BTS Dibangun di Desa Banjar Rejo Pringsewu, Penjualan Kartu Indosat Naik 30 Persen

  • Bagikan
Vebi Saputri di depan konter miliknya bersama Cluster Sales Manager Indosat untuk wilayah Pringsewu, Agus Juanda Putra Siregar

TERASLAMPUNG.COM–Penjualan kartu Indosat meningkat tajam sekitar 30 persen sejak di Desa Banjarejo, Kecamatan Banyumas , Kabupaten Pringsewu dibangun tower base transceiver station (BTS) pada Juli 2021 lalu.

Vebi Saputri (16), pemilik konter Poppy Cell di Desa Banjar Rejo,mengaku ketika belum ada BTS sinyal Indosat tidak bisa ditangkap di desanya.

“Setelah ada BTS, penjualan kartu Indosat meningkat tajam sekitar 30 persen. Mungkin karena sinyal Indosat idi sini kencang sekali ya. Sekarang makin banyakn pembeli kartu Indosat baik kartu perdana 8 gigabyte maupun kartu kuota.

Menurut Vebi, yang paling banyak dibeli adalah kartu perdana Indosat 8 giga. “Sekitar puluhan pieces dan kuota 2,5 giga. Ini karena sinyalnya yang kencang siang dan malam bahkan sudah 4G,” kata siswa SMK Ma’arif Banyumas jurusan Teknik Komputer Jaringan ini.

Pengguna kartu Indosat, kata Vebi, biasanya para remaja yang menggunakan untuk sekolah daring , game online dan bermain media sosial.

Cluster Sales Manager Indosat untuk wilayah Pringsewu, Agus Juanda Putra Siregar, mengatakan BTS Banjar Rejo ini sudah mulai beroperasi sejak  Juli 2021 atau kurang lebih baru tiga bulan. Sebelumnya di wilayah Banjar Rejo tidak ada jaringan Indosat.

“Tetapi Indosat hadir langsung 4 G secara dan langsung 100 mbps . Dan dari sisi jaring belum ada masalah, namun masih harus terus agresif dalam promosi. Dari sisi peningkatan dari nol menjadi 30 persen,” kata Agus.

Agus juga menjelaskan ada program Indosat untuk konter yang bertujuan untuk bantu promosi produk data ori, 2, 8 dan 16 gigabyte

“Di sini terlihat ada peningkatan penjualan. Kita titip jual dan buktinya kartu Indosat laku terjual,” jelasnya. Kami coba kasih konter dengan harga miring. Akan kita berikan keuntungan  apabila bisa memajang produk Indosat, melakukan isi ulang ada bonus saldo, hadiah kaos, dan lain lain.”

Mas Alina Arifin

  • Bagikan