Buah Simalakama Tes PCR dan Rapid Test Antigen 

  • Bagikan
Andi Desfiandi. Foto: Istimewa

Oleh: Andi Desfiandi

Kita patut bersyukur  kasus infeksi Covid 19 di Indonesia menurun sangat signifikan, bahkan diapresiasi oleh dunia atas prestasi tersebut. Terkait hal itu, saat ini pemerintah sudah mulai melonggarkan beragam pengetatan interaksi antarmanusia di berbagai aktivitas baik sosial, pendidikan, transpotasi, pariwisata,  dll. Namun, ada kebijakan yang anomali di saat pergerakan manusia dilonggarkan bahkan aktivitas pariwisata sudah diperlonggar.

Ada juga kebijakan yang bertentangan yaitu syarat perjalanan yang mengharuskan calon penumpang pesawat harus PCR tes walaupun sudah divaksin dua kali dan perjalanan darat maupun sungai dan laut minimal vaksin dan rapid test antigen atau PCR. Kebijakan mengharuskan penumpang darat/laut dan udara lolos screening PCR maupun rapid test antigen.

Kebijakan tersebut  memang baik , yaitu untuk pencegahan karena pandemi memang belum usai bahkan diprediksi akan ada gelombang ketiga dalam waktu dekat ini. Namun,  yang perlu dipertimbangkan adalah biaya PCR dan rapid test antigen yang cukup memberatkan masyarakat, sehingga diperlukan kebijakan yang extraordinary yang diambil dalam keadaan yang darurat ini.

Sebaiknya pemerintah kembali melakukan refocusing anggaran dengan menggeser anggaran kesehatan untuk mensubsidi screening dan testing kepada masyarakat terutama yang menggunakan transportasi.
Selain itu, perusahaan-perusahaan transportasi dan wisata juga ikut mensubsidi biaya PCR dan rapid test antigen agar terdapat simbiosis mutualisme dari program subsidi tsb bagi keberlangsungan usahanya.

Tidak ada cara lain selain pemerintah pusat dan daerah merefocusing anggaran untuk subsidi tracing dan testing agar sekali mendayung dua-tiga pulau terlampaui. Pengendalian kesehatan, aktivitas ekonomi berjalan dan gejolak sosial juga bisa teredam bahkan subsidi tersebut bisa diperluas ke bidang pendidikan,  dll.***

Dr. Andi Desfiandi, M.A. adalah Ketua Yayasan Alfian Husin 

  • Bagikan