Beranda Views Sepak Pojok Buaya Darat, Narkoba, dan Pak Buwas

Buaya Darat, Narkoba, dan Pak Buwas

25
BERBAGI

Fadli Pangestu*

Akhir tahun 2015 lalu atau saat-saat pertama menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal (Komjen) Pol Budi Waseso meluncurkan gagasan untuk membangun penjara khusus bagi bandar narkotika di sebuah pulau terpencil yang dikelilingi kolam penuh buaya.

Ide Komjen Budi Waseso yang akrab disingkat Pak Buwas itu lama tak terdengar, bagaimana realisasinya pun kini sudah tak jelas lagi. Tadi siang, Rabu (20/07), di sebuah resort yang menghadap ke lepas pantai Selat Malaka di ujung Pulau Batam, Komjen Pol Buwas kembali dicecar wartawan terkait gagasan penjara buaya.

“Bagaimana pak dengan rencana pembangunan penjara buaya untuk bandar narkoba? ” tanya seorang wartawan yang duduk di barisan belakang dalam tanya jawab di acara 1st Meeting Asean Seaport Interdiction Task Force.

Buwas yang didampingi oleh Komjen Pol (Purn) Ahwil Lutan, Kepala BNN periode pertama yang juga mantan Dubes RI untuk Meksiko menjawab dengan cukup serius dengan suaranya yang serak-serak basah. Dalam ruangan itu tentu saja hening, karena banyak polisi yang bersiaga menjaga perhelatan.

“Tergantung nanti bagaimana Undang-Undang-nya seperti apa. Kebijakan pemerintah bagaimana ? Buaya daratnya sudah banyak, tetapi buaya daratnya tidak akan menyelesaikan itu!” jawab jenderal bintang tiga itu.

Mendengar jawaban serius, tegas dan lancar itu ruangan sempat hening sejenak, seperti prosesor komputer yang lola alias loading lambat, baru terdengar tawa yang membahana setelah beberapa detik. Karena menyadari ada kata buaya darat.

“Yang kita butuhkan saat ini adalah buaya rawa dan buaya laut,” jawab pak Buwas tetap dengan wajah dingin.

Aku yang mendengarnya di salah satu sudut ruangan termangut-mangut seperti tokoh silat yang sengolah-ngolah sok bijaksana. Tapi dalam hati heran juga, mengapa didalam ruangan itu semuanya tidak spontan tertawa menyambut joke itu dengan suara yang menggelegar.

“Mungkin karena semua didalam ruangan itu laki-laki, rasanya sungkan menertawakan perihal buaya darat. Entahlah….Lantaklah tentang buaya buaya darat…”

* Jurnalis, tinggal di Batam