Budayawan Sumsel Ingatkan Kebangkitan Orde Baru Jilid II

  • Bagikan

Ahmad Marhaen/Teraslampung.com

PALEMBANG—Budayawan Sumatera Selatan JJ Polong mengingatkan kebangkitan Orde Baru Jilid II melalui Pilpres 2014. Kebangkitan itu menurut Polong bisa dilihat secara jelas dengan mengalirnya dukungan kepada pasangan Prabowo-Hatta, baik dari kalangan sipil maupun meliter.

“Sangat jelas akan terjadi kebangkitan Orde Baru jilid II. Oleh karena itu, kaum tani, masyarakat adat, dan kaum miskin kota, yang menjadi korban rezim Orde Baru, harus bersatu memenangkan pasangan Jokowi-JK,” kata budayawan Sumsel yang juga aktivis prodemokrasi dari Serikat Petani Indonesia (SPI, di Palembang, Selasa (24/6/2014).

Dijelaskan Polong, apa yang dilakukan rezim Orde Baru, sampai saat ini masih membekas di masyarakat Indonesia. Semua pelanggaran HAM terjadi. Mulai dari kasus pembungkaman kebebasan berpolitik dan berekspresi,hingga hak-hak dasar lainnya, seperti hak pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga kewarganegaraan.

“Kemiskinan, kebodohan, yang dialami masyarakat Indonesia saat ini merupakan dampak dari apa yang dilakukan rejim Orde Baru dengan pimpinan Jenderal Besar Soeharto,” kata Polong.

Oleh karena itu, kata Polong, suatu kesalahan yang besar jika rakyat kembali mempercayakan kekuasaan di Indonesia kepada kekuatan Orde Baru. “Kami melihat dan menilai, semua kekuatan Orde Baru itu bersatu di belakang pasangan Prabowo-Hatta. Mulai dari politisi, pelaku ekonomi,
meliter, dan kekuatan lainnya,” katanya.

Untuk melawan kebangkitan Orde Baru, lanjut Polong, sudah selayaknya rakyat Indonesia tidak memilih pasangan Prabowo-Hatta. “Hanya pasangan Jokowi-JK yang memberikan peluang tertutupnya kekuatan Orde Baru untuk bangkit,” ujarnya.

Seperti diketahui, dari 3,5 mata pilih di Sumatera Selatan, sekitar 2 juta merupakan masyarakat tani dan kaum miskin kota. “Jika kekuatan ini bersatu, maka pasangan Jokowi-JK akan meraih kemenangan di Sumatera Selatan,” ujar Polong.

  • Bagikan