Beranda Ruwa Jurai Bandarlampung Buka Pelatihan ‘Digital Marketing’, Ini Harapan Walikota Herman HN

Buka Pelatihan ‘Digital Marketing’, Ini Harapan Walikota Herman HN

279
BERBAGI
Walikota Herman HN membuka pelatihan digital marketing di Hotel Grand Praba, Selasa (24/11/2020).
Walikota Herman HN membuka pelatihan digital marketing di Hotel Grand Praba, Selasa (24/11/2020).

TERASLAMPUNG.COM–Walikota Bandarlampung Herman HN berharap dengan bantuan yang diberikan pemkot pengusaha Industri Kecil Menengah (IKM) di Kota Bandarlampung bisa meraih keuntungan dan membantu menurunkan angka pengangguran.

“Harapan saya sesudah mengikuti pelatihan ini pengusaha IKM harus maju. Artinya dia untung terus, produknya laku, inilah cara pemerintah membantu memasarkan agar produknya laku dan pemerintah terbantu jika laku banyak para IKM akan nambah karyawan artinya mengurangi pengangguran,” kata Herman HN, usai membuka pelatihan digital marketing Kota Bandarlampung, di Hotel Grand Praba, Selasa 24 November 2020.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Herliwaty menjelaskan, pelatihan digital marketing ini bertujuan agar pengusaha IKM di Kota Bandarlampung dapat menjual produknya secara online.

“Ditengah pandemi Covid-19 ini tujuan kami mengadakan pelatihan ini dari tanggal 24 sampai 27 November agar pengusaha IKM tidak hanya mengandalkan usahanya secara offline tapi juga via online,” jelasnya.

Dia menambahkan, pelatihan ini menghadirkan narasumber Founder Google Indonesia Kustiawan serta Digital Marketer Lukas Setiawan dan Arifan Efendi.

Selanjutnya, usai mengikuti pelatihan ini pihaknya juga akan melakukan pembinaa ke IKM untuk mengetahui hasil dari pelatihan digital marketing ini.

“Kita akan lihat sebelum ada pelatihan seperti apa pemasarannya dan sesudah pelatihan kita juga akan monitor seperti apa hasil kemajuannya,” jelas Herliwaty.
Salah seorang peserta pelatihan digital marketing, Ridho yang usahanya dibidang kopi herbal berharap dengan mengikuti pelatihan ini penjualan kopi herbalnya bisa meningkat.

“Harapan saya dapat meningkatkan dan penjualannya apalagi dimasa Covid-19 ini penjualan offline terdampak banget, banyak toko-toko yang tutup,” ujar anak muda yang merintis usahanya sejak dua tahun yang lalu.

Dandy Ibrahim