Bukit Dikeruk PT Putra Bali, Puluhan Rumah Warga Waylaga Terendam Banjir

  • Bagikan
Sebagaian lahan di Waylaga masih terendam banjir. 

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com  – Penimbunan lahan oleh PT Putra Bali di Kelurahan Waylaga, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandarlampung tidak hanya menuai kecamatan dari anggota Dewan dan Walikota Herman H.N. Warga di kelurahan tersebut juga mengecam keras aktivitas penimpunan lahan yang berdampak buruk bagi kehidupan mereka.

Dampak buruk dialami itu, misalnya, dialami puluhan warga pada Kamis(25/12) petang lalu, sesaat setelah hujan mengguyur Kota Bandarlampung. Hujan deras selama dua jam, menyebabkan air menggenangi puluhan rumah warga Kampung Aganepo RT 10 Lingkungan 1,  Kelurahan Way Laga.

Air begitu cepat datang.Warga yang tidak siap hanya bisa pasrah ketika air dan lumpur masuk ke rumah mereka. Perabot rumah tangga dan beberapa peralawatan elektronik pun terendam air dan lumpur setinggi dua meter. (Baca: Walikota Kecam Penimbunan Lahan oleh PT Putra Bali).

“Dari dulu kami tidak pernah kebanjiran. Baru kali ini banjir, semenjak ada aktivitas Putra Bali,” tutur Maysaroh, warga Waylaga, Minggu (28/12).

Maysaroh mengaku,banjir datang selepas magrib, setelah hujan mengguyur sejak pukul 17.00 WIB. “Banjir datang tiba-tiba. Semua perabotan kami terendam air,” kata dia.

Maysaroh meyakini, banjir yang merendam rumahnya merupakan dampak aktivitas PT Putra Bali yang menguasai lahan perbukitan di dekat rumahnya. Karena lahan dikeruk dan tak ada pohon-pohon lagi, kata Maysaroh, limpasan air yang membawa tanah pun masuk ke perkampungan. (Baca:  Hentikan Pengerukan Lahan oleh PT Putra Bali!)

Heriyanto, warga Waylaga, mengaku sudah pernah melaporkan tentang kekhawatirannya terkait pengerukan dan penimbunan lahan oleh PT Putra Bali kepada pihak Kelurahan Waylaga.

“Kami lapor karena kami khawatir kami akan kebanjiran jika mereka (PT Putra Bali) tetap menimbun lahan. Kini kekhawatiran kami terbukti dan tidak tahu harus mengadu ke mana lagi,” kata Heryanto.

Warga yang tinggal di Waylaga sejak tahun 1980 itu ada solusi secepatnya dari Pemkot Bandarlampung sehingga kondisi keluarganya dan para tetangganya tidak semakin parah. “Kini tiap hujan turun kami selalu was-was. Kami akan berterima kasih jika Pemkot bisa menghentikan aktivitas penimbunan lahan yang dilakukan perusahaan tersebut,” kata Heryanto.

Menurut Heryanto, kehadiran PT Putra Bali hanya membawa mala petaka bagi warga. Selain tidak mempekerjakan warga sekitat, kata Heryanto, perusahaan itu juga tidak peduli ketika warga mengalami musibah banjir yang disebabkan aktivitas penimbunan lahan.

“Warga yang meminta bantuan air bersih pun  tidak diberi,” katanya.


Baca Juga: Walikota Minta DPU buat Drainase agar Banjir di Waylaga Surut
Baca Juga: DPRD Minta Walikota Cabut Izin PT Putra Bali
  • Bagikan
You cannot copy content of this page