Beranda Seni Sastra Buku ‘33 Sastrawan Indonesia Paling Berpengaruh’ Diluncurkan

Buku ‘33 Sastrawan Indonesia Paling Berpengaruh’ Diluncurkan

94
BERBAGI
Joni Ariadinata.Acep Zamzam Noor, Nenden Lilis A., Agus Sarjono, Jamal D. Rahman, dan Berthold Damshauser berpose dengan buku yang mereka susun saat acara peluncuran di PDS H.B. Jassin, Jakarta Jumat (3/1). (Foto: Dok)

JAKARTA, teraslampung.com—Pusat Dokumentasi Sastra H.B Jassin meluncurkan buku 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh, di PDS H.B. Jassin, Kompleks Taman Ismail Marzuki,Cikini, Jakarta, Jumat (3/1). Buku yang disusun oleh para sastrawan Indonesia itu diharapkan akan menjadi sumber referensi penting bagi perkembangan dan kemajuan sastra Indonesia.

Penyair Jamal D. Rahman, ketua tim penyusun buku, mengatakan buku setebal 777 halaman tersebut berisi 33 sastrawan Indonesia sejak tahun 1900 hingga kini. Menurut Jamal ke-33 tokoh sastra Indonesia paling berpengaruh itu adalah hasil seleksi panjang yang dilakukan oleh Tim 8 pada tahun 2013.

“Tokoh yang terpilih mulai dari Kwee Tek Hoay (1886-1952), Pramoedya Ananta Toer, Chairil Anwar, HB Jassin, sampai dengan Helvy Tiana Rosa yang lahir tahun 1970,” kata Jamal.

Menurut Jamal tidak mudah menyaring ratusan sastrawan Indonesia menjadi 33 tokoh paling berpengaruh.

“Sangat banyak sastrawan yang layak ditetapkan sebagai tokoh. Tim melakukan kajian dan debat yang melelahkan, mengenai siapa yang harus terpilih dan siapa yang tidak. Tentu ada subjektivitas tim juri . Namun, karena delapan tim juri ini memiliki reputasi dan bekerja secara independen, pilihan subjektivitas juri tetap dapat dipertanggung jawabkan secara akademik,” kata Jamal.

Empat kriteria dijadikan acuan untuk menetapkan tokoh sastra Indonesia berpengaruh. Pertama, pengaruhnya tidak hanya berskala lokal, melainkan nasional. Kedua, pengaruhnya berkesinambungan, tidak menjadi kehebohan temporal atau hanya sezaman.Ketiga, tokoh itumenempati posisi kunci, penting dan menentukan. Keempat, tokoh itu sebagai pencetus atau perintis gerakan baru yang kemudian melahirkan pengikut, penggerak, atau penentang.

Di antara 33 tokoh tersebut selama ini sudah sangat dikenal oleh publik sastra Indonesia. Antara lain Chairil Anwar, Sutan Takdir Alisjahbana, H.B. Jassin, Pramoedya Ananta Toer, Sutardji Calzoum Bachri, W.S. Rendra, Goenawan Mohammad, Taufik Ismail, dan Ayu Utami.

Selain Jamal D. Rahman, anggota tim penyusun adalah Acep Zamzam Noor, Agus R. Sarjono, Ahmad Gaus, Berthold Damshauser, Joni Ariadinata, Maman S.Mahayana, dan Nenden Lilis Aisyah.