Buntuti Korban dari Bank, Dua Penjambret Ini Rampas Uang Rp 112,5 Juta

Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Murbani Budi Pitono saat mengintrogasi kedua tersangka penjambretan nasabah bank yang dihadiahi timah panas oleh petuga tim Tekab 308 Polresta Bandarlampung, Selasa (25/7/2017).
Bagikan/Suka/Tweet:

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polresta Bandarlampung meringkus Ariyanto dan Pendi Hariyanto, tersangka kasus penjambretan spesialis nasabah bank. Polisi menangkap keduanya, pada Sabtu (22/7/2017) lalu. Sedangkan untuk satu tersangka berinisial DV, saat ini masih buron (DPO).

Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Murbani Budi Pitono mengatakan, aksi komplotan para tersangka jambret dengan sasaran korbannya nasabah bank ini, terbilang rapi dan aksinya memang sudah direncanakan.

“Saat menjalankan aksinya, para tersangka memiliki peran masing-masing,”ujarnya, Selasa (25/7/2017).

Murbani memaparkan, tersangka Ariyanto, memantau situasi sekitar diluar bank dan juga yang bertugas mengeksekusi dengan merampas tas milik korban. Kemudian Pendi, masuk ke dalam bank bersama DV (DPO) mencari target korbannya.

Pada saat itu, kata Murbani, korban Nova mengambil uang sebesar Rp 112,5 juta di Bank BRI Tanjungkarang.
Lalu tersangka DV (DPO) yang sudah mengintai korban, memberitahukan ciri-ciri target korbannya ke tersangka Pendi dan Ariyanto yang sudah menunggu di luar bank.

“Nova pulang dari bank, dibonceng sepeda motor yang dikendarai oleh suaminya. Tas yang berisi uang Rp 112,5 juta dan barang berharga lainnya, ditaruh di tengah antara Nova dan suaminya,”ungkapnya.

apolresta Bandarlampung, Kombes Pol Murbani Budi Pitono bersama Waka Polresta, AKBP Bobby Marpaung dan Kasat Reskrim, Kompol Deden Heksaputra saat menunjukkan barang bukti hasil penjambretan yang disita dari tersangka Pendi dan Ariyanto.

Selanjutnya, tersangka DV, Pendi dan Apriyanto yang sudah mengetahui korban membawa uang dalam jumlah banyak langsung membuntuti korban.
Pendi dan Ariyanto berboncengan motor bersama, sedangkan DV naik sepeda motor lain sendirian.

“Tidak jauh dari bank tempat korban mengambil uang, ketiga tersangka langsung melancarkan aksinya,”paparnya.

Tersangka Pendi dan Ariyanto, lanjut Murbani, langsung merampas tas korban hingga korban dan suaminya terjatuh dari sepeda motor. Kemudian tersangka DV, mengiringi kedua rekannya dan menghalangi korban atau pengendara lain yang akan mengejarnya.

“Usai melancarkan aksinya, ketiga tersangka membagi uang hasil rampasannya di sebuah gubuk di areal perkebunan sawit di wilayah Natar, Lampung Selatan,”jelasnya.

Tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polresta Bandarlampung, meghadiahi kaki kedua tersangka jambret spesialis nasabah bank dengan timah panas. Polisi menangkap kedua tersangka di rumahnya masing-masing, pada Sabtu (22/7/2017) lalu.

Kedua tersangka yang ditangkap adalah, Ariyanto (29), warga Desa Relung Raya, Natar Lampung Selatan dan Pendi Hariyanto (27), warga Dusun Padmosari, Desa Natar, Lampung Selatan. Sedangkan satu tersangka berinisial DV, saat ini masih buron (DPO).

Dari penangkapan kedua tersangka, petugas menyita uang tunai Rp 25 juta, delapan buku tabungan, enam buah kartu ATM, lima unit ponsel dan tiga buah STNK motor. Selain itu juga, disita dua unit sepeda motor yang digunakan tersangka saat melakukan aksi penjambretan.