Beranda Hukum Kriminal Bunuh Adik Tiri, Anggota Polsek Telukbetung Utara Terancam Hukuman Mati

Bunuh Adik Tiri, Anggota Polsek Telukbetung Utara Terancam Hukuman Mati

162
BERBAGI
Terdakwa Brigadir Triandi Yulianto dalam sidang di PN Tanjungkarang, Bandarlampung. (Foto: dok tribunlampung.co.id)

TERASLAMPUNG.COM — Brigadir Satu (Briptu) Triandi Yulianto alias Andi, anggota Polsek Telukbetung Utara, Bandarlampung, terancam hukuman mati karena menculik dan membunuh adik tirinya, Agung Budi Wibowo (11), pelajar SD Persit Kartika Jaya II Bandarlampung.

Sidang di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis (6/2/2014) memang baru dengan agenda mendengarkan dakwan jaksa penuntut umum (JPU) dan keterangan saksi-saksi. Pada sidang tersebut JPU  Hartono mendakwa Andi dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Pasal 340 KUHP berbunyi: “Barangsiapa dengan sengaja dan direncanakan lebih dahulu menghilangkan jiwa orang lain, karena bersalah melakukan pembunuhan berencana, dipidana dengan pidana mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya dua puluh tahun”.

Dalam sidang itu, lewat keterangan saksi terungkap bahwa Andi pernah akan melakukan penculikan. Niat itu kemudian diwujudkan pada  3 Oktober 2013. Dimulai dengan cara pura-pura menjemput adik tirinya itu di SD Persit Kartika Jaya II. Sekolah milik Korem Garuda Hitam Lampung itu jaraknya hanya sekitar dua ratusan meter dari Poltresta Bandarlampung.

Sejak dijemput oleh Andi pada siang itu (3/10/2013), Agung Budi Wibowo tidak pulang. Kedua orang tuanya pun kelabakan. Kawan-kawan Agung dan gurunya di SD Persit mengaku Agung pada 3 Oktober 2013 dijemput seorang pria muda. Kawan-kawan Agung meyakini pria itu adalah kakak atau saudara Agung.

Dua hari kemudian, 5 Oktober 2013, mayat Agung ditemukan mengambang di Bendungan Argo Guruh Way Sekampung, Desa Tegineneng, Kabupaten Pesawaran. Jasad Agung sudah mulai membusuk. Di seluruh tubuhnya banyak luka yang disebabkn senjata tajam dan benda tumpul. Sedangkan di leher korban ada bekas jeratan tali.

Loading...