Beranda Headline Bupati Agung Diduga Terima Uang Suap Rp1,2 Miliar dari Proyek-Proyek di Dua...

Bupati Agung Diduga Terima Uang Suap Rp1,2 Miliar dari Proyek-Proyek di Dua Dinas

4071
BERBAGI
Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara tiba di Kantor KPK, Jakarta, Senin siang (7/10/2019) setelah dibawa petugas melalui jalan darat, Minggu malam.
Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara tiba di Kantor KPK, Jakarta, Senin siang (7/10/2019) setelah dibawa petugas melalui jalan darat, Minggu malam.

TERASLAMPUNG.COM — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara (AIM) sebagai tersangka dalam kasus suap senilai Rp 1,2 miliar. Uang itu diduga diterima AIM sebagai uang setoran (fee) dari pemenang proyek dua dinas, yakni proyek-proyek di Dinas Perdagangan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Lampung Utara.

Dalam konferensi pers yang digelar di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (7/10/2019), Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan menjelaskan uang sebesar Rp1,2 miliar itu diduga diterima Agung dari proyek di dua dinas itu berbeda-beda.

“Untuk Dinas Perdagangan diduga penyerahan uang kepada AIM, Bupati Lampung Utara dilakukan oleh HWS (Hendra Wijaya Saleh), swasta pada WHN (Wan Hendri), Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara melalui RSY (Raden Syahril), orang kepercayaan Bupati,” kata Basaria.

Uang suap yang diduga sudah diterima Agung berjumlah Rp 200 juta. Uang sebesar itu merupakan bagian dari Rp 300 juta yang rencananya diserahkan ke Agung.

Uang suap tersebut, kata Basaria, diduga terkait dengan tiga proyek di Dinas Perdagangan. Yakni: proyek pembangunan pasar tradisional di Desa Comook Sinar Jaya, proyek pembangunan pasar tradisional di Desa Karangsari, dan proyek konstruksi fisik pembangunan pasar rakyat Tata Karya.

Selain dari proyek di Dinas Perdagangan, Bupati Agung juga diduga menerima suap terkait proyek di Dinas PUPR Lampung Utara. Di dinas yang beberapa waktu sempat kisruh soal lelang proyek ini, total  uang  yang diduga telah diterima Agung sebanyak Rp 1 miliar.

“AIM (Agung Ilmu Mangkunegara) diduga telah menerima uang beberapa kali terkait dengan proyek di Dinas PUPR, yaitu sekitar bulan Juli 2019, diduga AIM telah menerima Rp 600 juta, sekitar akhir September, diduga AIM telah menerima Rp 50 juta, dan pada 6 Oktober, diduga menerima Rp 350 juta,” ujarnya.

Sementara itu, dalam OTT, KPK menyita total Rp 728 juta (sebelumnya jubir KPK Febri Diansyah sempat menyebut angka Rp600 juta–Red).

Basaria mengatakan, uang yang diduga diterima Agung untuk kepentingan pribadinya.

Menurut Basaria, total, ada enam orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam OTT di Kabupaten Lampung Utara. Mereka terdiri atas penerima dan pemberi suap.

Diduga sebagai penerima:
1.Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara
2. Orang kepercayaan bupati, Raden Syahril
3. Kepala Dinas PUPR Lampung Utara Syahbuddin
4. Kepala Dinas Perdagangan Lampung Utara Wan Hendri

Diduga sebagai pemberi:
1. Pihak swasta, Chandra Safari
2. Pihak swasta, Hendra Wijaya

Loading...