Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Bupati Agung Tarik 17 Kendaraan Dinas Pejabat Lampung Utara, Ini Sebabnya

Bupati Agung Tarik 17 Kendaraan Dinas Pejabat Lampung Utara, Ini Sebabnya

772
BERBAGI
Bupati Agung Ilmu Mangkunegara memeriksa kondisi kendaraan dinas dalam apel kendaraan, Senin sore (31/7/2018)
Bupati Agung Ilmu Mangkunegara memeriksa kondisi kendaraan dinas dalam apel kendaraan, Senin sore (31/7/2018)

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Bupati Agung Ilmu Mangkunegara (AIM) memerintahkan instansi terkait segera menarik ke-17 kendaraan dinas ‎dari tangan para pejabat yang mangkir ‎pada apel kendaraan dinas roda empat di pelataran parkir Stadion Sukung Kotabumi, Selasa sore (31/7/2018)

Perintah ini dikeluarkannya usai mengetahui banyak para pejabat yang menggunakan mobil dinas tak mengikutsertakan kendaraannya dalam apel itu.

Dari total 104 unit mobil, 39 unit mobil di antaranya tak ikut apel. Parahnya lagi, dari 39 unit yang mangkir tersebut, 17 di antaranya sama sekali tanpa keterangan alias alpa.

“Ada 17 unit mobil dinas yang penggunanya sama sekali tak me‎mberikan keterangan apapun kenapa sampai tak ikut apel hari ini. Segera tarik ke-17 kendaraan itu dari tangan penggunanya,” tegas Bupati AIM dengan nada sedikit tinggi.

Ia menyindir habis – habisan mental para pejabat ‘pemilik’ mobil dinas yang mangkir dalam apel kendaraan kali ini. Mereka hanya patuh saat mengetahui ia ada di Lampung Utara. Begitu tahu ia sedang ke luar kota, mereka enggan menghadiri kegiatan – kegiatan pemerintah seperti hari ini.

“Saya ingatkan kalau diundang untuk hadir dalam sebuah acara itu harus ‎datang. Ini pasti tahunya saya masih di Metro. Mereka enggak tahu kalau saya akan hadir dalam kegiatan ini!!” sindirnya.

Setiap para pemegang mobil dinas yang mangkir akan diwajibkan membuat pernyataan ‎tak akan mengulangi kesalahan yang sama setelah mobil mereka ditarik. Mobil – mobil mereka juga harus diperiksa secara teliti kondisinya.

“Saya tidak mau tahu, tarik dulu kendaraan itu. Buat pernyataan dan periksa dengan benar kondisi terakhir mobil yang mereka pegang,” tandas bapak tiga anak itu.

Sebagai pemegang kendaraan, masih menurut AIM, sudah selayaknya hadir dengan membawa mobil dinas masing – masing. Mobil – mobil itu adalah milik rakyat yang wajib dijaga dan dirawat kondisinya supaya tetap prima.

“‎Kalau memang tidak mau merawatnya maka kendaraan itu akan diberikan kepada instansi lain yang membutuhkannya,” tegas dia.

Ia juga mengultimatum bawahannya untuk tidak mengganti pelat mobilnya dengan pelat biasa atau pelat hitam yang tak sesuai aturan. Kalau memang malu menggunakan mobil berpelat merah hendaknya mereka membeli kendaraan sendiri.

“Kalau ketahuan dengan saya tanpa rekomendasi, saya tarik dan bebas tugaskan mereka dari jabatannya. Memakai mobil rakyat kok malu. Kalau malu, ya beli sendiri,” tandas suami Endah Kartika Prajawati itu.

Di tempat sama, Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA), Desyadi mengatakan, apel kendaraan dinas ini dibagi dua tahapan. Tahap pertama dilakukan hari ini dengan 104 unit mobil dari 15 instansi yang diwajibkan ikut.

Adapu tahapan kedua akan dilakukan pada Rabu besok. Total mobil dinas yang diwajibkan ikut berjumlah 230 unit mobil dinas. Mobil – mobil dinas itu berasal dari 17 instansi dan 23 kecamatan.

“Tujuan kegiatan ini sendiri untuk memonitor penggunaan, perawatan dan kelengkapan administrasi kendaraan – kendaraan dinas yang digunakan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap masyarakat Lampung Utara,” ‎‎paparnya.