Beranda Ruwa Jurai Lampung Timur Bupati Chusnunia Chalim Terus Giatkan Gerakan Jumat Sehat

Bupati Chusnunia Chalim Terus Giatkan Gerakan Jumat Sehat

326
BERBAGI
Bupati Lampung Timur,Chusnunia Chalim, senam bersama para siswa.

TERASLAMPUNG.COM –-Bupati Lampung Timur Chusnania Chalim (Nunik) berupaya terus menggiatkan Gerakan Jumat Sehat. Salah satu program yang diterapkan Pemkab Lamtim sejak awal Nunik menjabat bupati itu diharapkan bisa meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Lampung Timur.

Nunik menegaskan pihaknya berupaya keras untuk  meminimalkan penyakit yang ada di masyarakat terutama penyakit tidak menular yang saat ini justru semakin hari semakin banyak terjadi.

“Misalnya hipertensi, diabetes, kolestrol tinggi dan sebagainya. Semua itu dipantau melalui Gerakan Jumat Sehat,” katanya.

Nunik mengatakan, dengan mengusung slogan Sehat Keluargaku, Sehat Lampung Timurku, Sehat Indonesiaku, Gerakan Jumat Sehat telah secara konsisten dilaksanakan sejak awal 2017 serentak di 24 kecamatan dan tersebar di 34 puskesmas se-Kabupaten Lampung Timur.

Selain penyuluhan tentang kesehatan, program ini juga diisi dengan kegiatan pengecekan kesehatan gratis berupa pengukuran tekanan daerah, berat badan, kadar gula, asam urat, kolesterol atau Penyakit Tidak Menular (PTM) lainnya yang terakomodir dalam Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbintu PTM).

Karena langsung menyentuh masyatakat bawah, kata Nunik, program ini mengandalkan semua Puskesmas di Lamtim sebagai ujung tombak.

“Puskesma mau tidak mau harus  mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Setidaknya para kepala Puskesmas dan petugas kesehatan harus mampu menjaring dan mendeteksi warga atau masyarakat di setiap wilayah kerja puskesmas terhadap adanya risiko Penyakit Tidak Menular (PTM),” kata mantan anggota DPR RI dari PKB ini.

Dalam pratik di lapangan, kata Nunik, program ini juga melibatkan pengurus masjid dan musala.

Menurut Nunik. Dinas Kesehatan melalui UPTD-nya masing masing dan tenaga kesehatan turun ke masjid, musala, komunitas pengajian, dan komunitas-komunitas yang ada di dusun-dusun.

‘Mereka memantau dan melakukan penanganan masalah kesehatan. Dengan data yang didapatkan, bila ada yang sakit itu kita harapkan bisa langsung ditangani, dirujuk atau bila terdeteksi kolestrol tinggi, hipertensi tinggi bisa diberikan masukan masukan agar lebih menjaga kesehatan,” katanya.