Beranda Iklan Advetorial Bupati Lampung Tengah Apresiasi Penetapan Mataram Ilir sebagai Desa Budaya

Bupati Lampung Tengah Apresiasi Penetapan Mataram Ilir sebagai Desa Budaya

512
BERBAGI
Pencanangan Desa Mataram Ilir, Lampung Tengah, sebagai Desa Budaya.

TERASLAMPUNG.COM — Selaras dengan program Bupati Lampung Tengah Mustafa untuk membangun dari desa, Penala Budaya — sebuah NGO budaya di Lampung —  meluncurkan Desa Mataram Ilir, Kecamatan Seputih Surabaya, Kabupaten Lampung Tengah, sebagai Desa Budaya, pada Sabtu (29/4/2017).

Peluncuran Kampung Budaya Mataram Ilir tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Kesenian dan Kebudayaan Kemendikbud Dr. Restu Gunawan dan para tokoh masyarakat adat Desa Mataram Ilir.

Penala Budaya dalam hal ini sebagai organisasi mitra kantong-kantong budaya dan komunitas seni-budaya tradiional dan modern di Lampung. Praktiknya, dalam kehidupan sehari-hari, warga Kampung Mataram Ilir selama ini memang sudah menunjukkan tekadnya untuk melestarikan kebudayaan Lampung. Nuansa tradisi Lampung begitu kental di desa tersebut.

“Kami sangat mendukung inisiatif masyarakat lokal mengembangkan dan melestarikan kesenian tradisional dan kebudayaan lokal,” kata Restu Gunawan.

Restu berharap akan makin banyak inisiatif masyarakat lokal seperti yang dilakukan tokoh adat

Menurut Restu dukungan pemerintah pusat kepada masyarakat adat untuk mengembangkan desa budaya tidak hanya pernyataan, tetapi juga dalam bentuk fasilitasi program bantuan dana pengembangan desa budaya.

Nuansa tradisi Lampung pada malam takbir Hari Raya Idul Fitri.

Proses pengusulan program Desa Budaya, kata Restu, harus melalui proses seleksi dan verifikasi.

Bupati Lampung Tengah Mustafa, menyambut baik penetapan Desa Mataram Ilir sebagai Desa Budaya. Ia berharap, ke depan akan makin banyak desa di Lampung Tengah yang menjadi Desa Budaya sehingga nilai-nilai budaya lokal terus hidup dan berkembang.

“Kebudayaan tradisi itu merupakan aset yang sangat berharga. Yang bertanggung jawab melestarikan tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat pemilik kebudayaan itu sendiri,” kata Bupati Mustafa, Senin, 1 Mei 2017.

Ketua Badan Pendiri Penala Budaya, Dedy Mawardi, mengatakan sebagai oganisasi budaya Penala Budaya bukan menjadi pesaing kantong dan komunitas budaya yang ada di Lampung. Menurut Dedy, Penala Budaya jusru akan menjadi mitra kantong-kantong budaya dan komunitas seni di Lampung.

“Penala Budaya kami ihtiarkan sebagai perhimpunan yang independen, nonpartisan, dan mendukung upaya penguatan seni budaya Lampung. Kami akan berperan sebagai fasilitator. Selain Desa Mataram Ilir, diharapkan nanrti akan lebih banyak Desa Budaya di Lampung,” kata Dedy.

Menurut Dedy, pengembangan Desa Budaya ini penting untuk memperkokoh kebudayaan Indonesia dan kebinekaan.

“Pendekatan budaya terbukti efektif untuk meminimalkan dan mengatasi konflik bernuansa etnis. Pada tataran praktis, Desa Budaya juga bisa menjadi modal pengembangan pariwisata. Kekayaan budaya Lampung harus terus dipelihara dan dikembangkan. Kita promosikan kebudayaan lokal sebagai sumber kekuatan,” kata Dedy.

ADVETORIAL

Loading...