Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Bupati Lampung Utara akan Menghukum Lembaga yang Kantornya Kotor

Bupati Lampung Utara akan Menghukum Lembaga yang Kantornya Kotor

20
BERBAGI
Bupati Lampung Utara Agung Mangkunegara

Feaby | Teraslampung

KOTABUMI — Mulai saat ini, setiap instansi di lingkungan Pemkab Lampung Utara harus lebih ekstrahati – hati dalam menjaga kebersihan instansinya masing – masing. Sebab, pada masa mendatang, Bupati Agung Ilmu Mangkunegara ‎akan memberikan hukuman bagi instansi yang dianggap mampu menjaga kebersihan kantornya masing – masing.

Hukuman itu berupa pemberian semacam spanduk yang bertuliskan kantor terjorok atau terkotor kepada instansi yang tak mampu menjaga kebersihannya dan begitu pun sebaliknya. Bagi kantor terbersih akan diberikan penghargaan untuk memotivasi agar dapat lebih meningkatkan kebersihannya.

“Saya akan berikan penghargaan kantor terbersih dan terjorok‎ kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang mampu dan tak mampu menjaga kebersihan,” kata suami Endah Kartika Prajawati ini dalam rapat koordinasi bulanan, di Aula Tapis Pemkab Lampung Utara, Senin (18/5).

Nantinya, kata Bupati termuda di Lampung tersebut, reward and punishment (penghargaan dan hukuman) ini akan terbagi dalam tiga kriteria yakni antar SKPD, antar Kecamatan dan antar Kelurahan. Bagi SKPD, Kecamatan atau Kelurahan yang mendapat spanduk penghargaan tersebut wajib memasangnya di depan kantornya masing – masing selama satu tahun.

“(SKPD, Kecamatan atau Kelurahan) yang paling kotor akan saya beri bendera hitam yang bertuliskan kantor terkotor se-Lampung Utara. Sementara yang terbersih akan diberikan bendera putih. Ini salah satu bentuk hukuman sosial bagi mereka,” tandas Agung.

‎Selain memberikan hukuman sosial, ia juga menegaskan telah menyiapkan sanksi administratif bagi SKPD yang mendapat predikat sebagai kantor terjorok di lingkungan Pemkab. Hal ini semata – mata agar setiap SKPD mampu menjaga kebersihan lingkungan instansi mereka masing – masing demi kenyamanan pegawai dan masyarakat sendiri.

“Tentu, kita juga akan siapkan sanksi administratif bagi instansi yang menerima predikat kantor terkotor,” tegas bapak dua anak ini.