Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Bupati Lampung Utara tidak akan Batalkan Hasil Lelang 2018

Bupati Lampung Utara tidak akan Batalkan Hasil Lelang 2018

1272
BERBAGI
Bupati‎ Agung Ilmu Mangkunegara
Bupati‎ Agung Ilmu Mangkunegara

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Bupati Agung Ilmu Mangkunegara (AIM) menegaskan tak akan ada pembatalan hasil lelang proyek tahun 2018 sepanjang tahapan yang dilakukan sesuai prosedur yang ada.

Lelang proyek tahun 2018 ini digelar semasa kepemimpinan Sri Widodo yang kala itu menjabat sebagai Pelaksana Tugas Bupati Lampung Utara. Sri Widodo sendiri akhirnya dicopot dari jabatan Plt Bupatinya sehari lebih cepat akibat kebijakan kontroversialnya yang melantik para pejabat tak sesuai dengan aturan yang ada.

Tak ayal nasib ‘tragis’‎ yang diterima Wakil Bupati Sri Widodo ini menimbulkan spekulasi bahwa lelang proyek yang dilakukan akan dibatalkan oleh Bupati AIM. Desas – desus yang beredar alasan spekulasi ini dikarenakan pencopotan Syahbudin dari jabatan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) berikut penunjukan Franstorry sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR melanggar aturan.

‎”Enggak. Jadi, enggak ada lelang proyek yang akan dibatalkan. Kata saya tadi kan, jangan dipelintir kalimatnya,” tegas Bupati ‎AIM saat ditemui di kantor DPC Partai Nasdem, Senin (16/7/2018).

Meski begitu, Bupati AIM mengatakan, pihaknya akan melakukan audit terhadap proses yang berkaitan dengan lelang proyek tersebut. Kebijakan ini terpaksa ditempuh guna mendapat kepastian apakah kebijakan lelang proyek itu melanggar aturan atau tidak.

“Kita (akan lakukan) audit. Kalau memang sesuai aturan, kita kerjakan dan lanjutkan,” jelasnya.

Namun, jika memang hasil audit atau pengkajian mendapati ada pelanggaran atau kesalahan prosedur maka pihaknya tak akan sungkan membatalkan hasil lelang proyek ‎tersebut.

“Kalau memang (hasil audit) ada kesalahan, baru kita batalkan. Itu. Tidak ada (yang) mau membatalin proyek. Tidak ada. Asal dia sudah sesuai aturan, kita lanjutkan. Tapi kalau dia ditemukan ada kesalahan prosedur di sana, terpaksa kita batalkan,” tegas bapak tiga anak itu.

Pengkajian terhadap kebijakan lelang proyek yang masih dalam tahap proses inilah yang membuat pihaknya belum dapat mengeluarkan uang muka proyek tahun 2018. Uang muka ini akan digunakan para kontraktor untuk memulai pekerjaan yang telah mereka menangkan dalam lelang proyek.

“Makanya uang muka belum kita keluarkan karena ini masih dalam tahap pengkajian,” urai suami Endah Kartika Prajawati itu.

Loading...