Beranda Ruwa Jurai Lampung Tengah Bupati Mustafa Minta Para Pengusaha Tapioka di Lamteng Naikkan Harga Singkong

Bupati Mustafa Minta Para Pengusaha Tapioka di Lamteng Naikkan Harga Singkong

130
BERBAGI
Bupati Lampung Tengah, Mustafa, menyambangi pabrik tapioka untuk mengonfirmasi merosoynya harga singkong, beberapa hari lalu.

TERASLAMPUNG.COM — Bupati Lampung Tengah, Mustafa, terus berupaya agar harga singkong di Lampung Tengah tidak terus-terusan jatuh hingga Rp500/kg. Setelah menyambangi Kemendag, besok (30/10/2016) Mustafa memanggil para pengusaha tapioka di Lampung Tengah agar mereka menaikkan harga singkong.

Selain pengusaha tapioka, pertemuan besok juga akan dihadiri para petani singkong yang selama ini mengeluhkan buruknya harga singkong.

“Ini sebagai tindak lanjut dari hasil pertemuan kami dengan Mendag kemarin. Perusahaan-perusahaan tapioka sudah kami minta agar segera menaikan harga. Alhamdulillah mereka menyambut positif dan siap membuat kesepakatan agar singkong dinaikan,” kata Mustafa, Sabtu, 29/10/2016.

Menurut Mustafa dalam pertemuan ini rencananya akan dilakukan penandatangan kontrak atau MoU yang menyatakan bahwa perusahaan siap menaikkan harga.

“Dengan penandatanganan kontrak tersebut, mulai Senin, 31 Oktober 2016 harga singkong di Lampung Tengah resmi naik. Kenaikan tersebut dapat sedikit membantu petani mengatasi anjloknya harga singkong. Kesepakatan ini mudah-mudahan bisa meredam jeritan petani singkong. Yang jelas kami akan terus dorong agar harga singkong naik secara bertahap,” imbuhnya tanpa menyebutkan kisaran kenaikan harga,” katanya.

Sebelumnya, Mustafa juga sudah menyambangi beberapa pabrik tapioka untuk mengecek harga singkong. Dari pengakuan para bos pabrik tapioka diketahui bahwa anjloknya harga singkong di Lampung karena perusahaan-perusahaan tapioka di Lampung mengimpor singkong dari Vietnam.

Kebijakan mengimpor singkong Vietnam terjadi seiring dengan diberlakukannya masyarakat ekonomi ASEAN (MEA).

Setelah tahu musabab merosotnya harga singkong, Bupati Mustafa kemudian melobi Pemprov Lampung. Karena daya dorongnya kurang kuat, Mustafa akhirnya menyambangi Menteri Perdagangan dan menyurati Presiden Jokowi untuk meminta pemerintah menghentikan impor singkong dan menaikkan harga singkong.

“Puncaknya, saya harus melakan ‘ekseskusi’. ‘Eksekusinya’, kami panggil pemilik pabrik-pabrik tapioka di Lampung Tengah dan kami minta langsung agar mereka menaikkan harga singkong. Kami juga minta kepada perusahaan agar bijak menentukan besarnya potongan ongkos cabut dan muatan singkong. Jangan bikin petani semakin menderita,” katanya.

Saat ini harga singkong anjlok diangka Rp 450-550 per kg dari harga sebelumnya Rp 1.200 per kg. Kondisi ini membuat petani singkong di Lampung Tengah menjerit. Anjloknya harga ubi kayu ini menjadi pukulan tersendiri bagi petani mengingat Lampung Tengah penghasil singkong terbesar di Indonesia.

Luas areal kebun singkong di Lampung Tengah mencapai 79.805 hektare dengan total produksi 2,4 juta ton. Anjloknya harga singkong dari semula Rp 1200/kg menjadi Rp 450/kg tingkat petani, tentunya sangat merugikan petani Lampung Tengah. Mustafa menyebutkan sedikitnya petani telah kehilangan pendapatan Rp 1,2 triliun per tahun dari anjloknya harga singkong.