Beranda Ruwa Jurai Lampung Tengah Bupati Mustafa Minta SKPD Tata Ulang Tenaga Kontrak

Bupati Mustafa Minta SKPD Tata Ulang Tenaga Kontrak

257
BERBAGI
Bupati Lampung Tengah Mustafa saat memberikan pengarahan dalam upacara di Lapangan Merdeka, Gunungsugih, Senin pagi (6/3/2017).

TERASLAMPUNG.COM — Bupati Lampung Tengah Mustafa meminta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menata ulang tenaga kerja kontak atau pekerja harian lepas (PHL).

“Tolong dicek kembali dan ditempatkan sesuai dengan kapasitas serta kapabilitasnya. Saya minta agar seluruh kepala SKPD agar mendata kembali tenaga PHL untuk mengecek jumlah personelnya. Harus kita tata ulang agar semuanya efektif dan efisien. Jangan sampai tumpang tindih dengan kerja yang tidak jelas,” kata Mustafa, saat memimpin apel pagi di Lapangan Merdeka Gunung Sugih, Senin (6/03/2017).

Orang nomor satu di Bumi Jejamo Wawai ini meminta agak PHL dapat bekerja dengan maksimal, profesional, dan total. Mustafa mengingatkan, sikap melayani juga ditanamkan dalam diri PHL.

“Saya tegaskan agar PHL dapat bekerja dengan efektif sesuai dengan kemampuanya. Saya liat masih banya. PHL yang menumpuk di beberapa SKPD, saya minta pak Sekda mengecek semua tenaga honorer, jangan sampai hanya ikut absen hadir namun tidak ada di kantor,” tegas Mustafa.

Bupati pun memberikan peringatan keras agar PHL yang malas atau tidak disiplin. PHL model itu, kata Mustafa, sebaiknya diberhentikan saja. Adanya tenaga kontrak di Pemkab Lampung Tengah bertugas membantu jajaran pegawai negeri.

“Saya pinta kepala SKPD bertindak tegas jangan ragu, bila sudah tidak bisa ditoleransi lagi. PHL harus bekerja maksimal, saya tidak mau meliat hanya duduk-duduk saja,” ujar dia.

Sementara itu, Sekda Lampung Tengah Ady Erlansyah juga mengingatkan pada para tenaga kontrak agar selalu hadir di kantornya. Pihaknya akan lakukan pendataandan kontrol absen secara diam-diam.

“Bila mana kita temukan tenaga kontrak 7 hari tidak masuk, berarti harus keluar. Kami juga akan mengecek tenaga kontrak yang tidak pas penepatanya, kita sudah temukan tenaga perawat kerja dinas peternakan itu tidak pas, seharusnya berada di rumah sakit,” katanya.