Beranda Ruwa Jurai Lampung Tengah Bupati Mustafa Siap Jadikan Masjid Istiqlal Bandarjaya sebagai Ikon Lampung Tengah

Bupati Mustafa Siap Jadikan Masjid Istiqlal Bandarjaya sebagai Ikon Lampung Tengah

48
BERBAGI
Bupati Lampung Tengah, Mustafa, di Masjid Istiglal Bandarjaya.

TERASLAMPUNG.COM — Sebagai masjid terbesar di Kabupaten Lampung Tengah, bupati setempat DR. Ir. Mustafa siap menjadikan Masjid Istiqlal Bandarjaya menjadi salah satu icon di Lampung Tengah. Hal ini diungkapkan Mustafa saat melaksanakan salah Ied di masjid tersebut, Rabu, 6/7/2016.

Hal ini juga menjawab permintaan pengurus masjid dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lamteng yang berharap pengelolaan Masjid Istiqlal diserahkan ke pemerintah dan menjadi icon Lamteng.

“Saya menyambut baik jika Masjid Istiqlal menjadi salah satu icon Lampung Tengah. Pemkab juga siap membantu pengelolaan masjid,” ungkap Mustafa.

Dia menambahkan, upaya pembangunan Lampung Tengah dimulainya dari dengan peningakatan keamanan. Tak hanya mengandalkan aparat keamanan, pihaknya juga mengaktif Kantibmas, Babinsa, Linmas, dan masyarakat untuk bersama-sama mengamankan Lamteng.

Ronda menjadi langkah preventif yang harus dilakukan masyarakat untuk mewujudkan keamanan di Lampung Tengah. “Ronda harus diaktifkan lagi. Inilah langkah saya untuk mengamankan Lampung Tengah. Saya harap ini mendapatkan dukungan masyarakat,” ujar dia.

Sementara itu Ketua MUI Lamteng, Hi. R. Mutawali mengatakan Masjid Istiqlal meski bukan masjid agung namun sudah menjadi ciri khas Lampung Tengah. Karenanya kedepan pengelolaan dan pengembangan masjid akan diserahkan kepada Pemkab Lamteng.

“Dengan ini diharapkan bisa memaksimalkan pengelolaan masjid, sehingga rencana menjadikan Masjid Istiqlal sebagai salah satu icon Lampung Tengah dapat terwujud. Sertifikat tanah masjid juga akan kami serahkan ke Pemkab sebagai simbol bahwa Masjid Istiqlal diserahkan ke Pemkab,” ujarnya.

Pihaknya juga mendukung langkah bupati mengaktifkan ronda. Tak hanya bisa menekan kejahatan dan narkoba, ronda juga bisa mengantisipasi gerakan-gerakan yang berlawanan dengan akidah.

“Penyebaran aliran-aliran sesat saat ini cukup mengkhawatirkan. Kami percaya hal ini bisa dihalau salah satunya dengan ronda. Karna disitu warga berkumpul dan berdiskusi terkait apa saja yang terjadi di lingkungan,” pungkasnya.