Bupati Mustafa Siap Pasang Badan, Para Kepala Sekolah Diimbau tidak Mundur

  • Bagikan
Bupati Lampung Tengah dalam pertemuan dengan para kepala sekolah di SMAN 1 Gunungsugih, Selasa (23/2/2016).

GUNUNGSUGIH, Teraslampung.com — Terkait wacana pengunduruan diri puluhan kepala sekolah di Kabupaten Lampung Tengah, Bupati Lamteng H. Mustafa mengingatkan kepsek untuk tidak takut kepada oknum LSM dan wartawan yang mengganggu. Bersama aparat keamanan, ia siap pasang badan melindungi para kepala sekolah.

“Saya minta kepala sekolah untuk tidak takut dan tetap bekerja sebagaimana mestinya. Saya bersama dandim, kepolisian, dan kajari siap berada di belakang kepala sekolah,” ungkap Mustafa pada acara pertemuan Kepsek di SMAN 1 Gunungsugih Lamteng, Selasa, 23/2/2016.

Pada kesempatan itu, ia juga meminta kepada pihak kepolisian agar bisa memberikan efek jera kepada oknum LSM dan wartawan yang terbukti menggangu kenyamanan kerja kepala sekolah.

“Tangkap dan tindak tegas oknum-oknum pengganggu kerja kepala sekolah,” tegas dia.

Kepala sekolah sendiri, Mustafa berharap bisa memahami koridor atau aturan standar yang harus dipatuhi, sehingga tidak ada celah bagi oknum LSM dan wartawan mencari kesalahan kepala sekolah.

“Jika kepala sekolah sudah di jalur yang benar tetapi masih diintimidasi, laporkan oknum tersebut. Kami siap di belakang bapak dan ibu untuk memproses hukum oknum yang terbukti bersalah,” imbuh dia.

Dia berharap kepala sekolah tidak fokus pada gangguan LSM dan wartawan yang akhirnya mengganggu kinerja, apalagi sampai mengabaikan hak siswa untuk mendapatkan pendidikan.
Sementara itu, Dandim 0411/LT Letkol Inf Jajang Kurniawan, SIP dalam sambutannya menyatakan siap membantu dan melindungi kenyamanan kepala sekolah dari oknum-oknum yang mengganggu.

“Bila perlu kami akan tambah personil untuk memberikan perlindungan kepada kepsek. Kami siap berada di belakang bapak ibu semua,” ujar Dandim.

Hadir pula dalam acara tersebut Kapolres Lamteng AKBP Dono Sembodo, Kajari Nina Kartini, Kadis Pendidikan Lamteng Sarjito, dan Kepala BKD Yunizar.

Sebelumnya dikabarkan  puluhan kepala sekolah SD dan SMP menyatakan mengundurkan diri pasca mendapatkan gangguan dan intimidasi dari oknum LSM dan wartawan setempat.

Kadisdik Sarjito melaporkan, dari 722 kepala SD di Lamteng 40 persen adalah wanita. Ketika mendapat gangguan dan ancaman, mereka kerap merasa terintimidasi yang akhirnya berdampak pada ketidaknyamanan kerja kepala sekolah.

“Dalam kurun sehari, setidaknya kepala sekolah didatangi 3-9 oknum LSM dan wartawan. Wajar jika akhirnya kepala sekolah merasa tidak nyaman dan berujung pada pengunduran diri,” tandasnya.

  • Bagikan