Bupati Rycko Menoza Ajak Warga Lamsel Bangkitkan Kejayaan Komoditas Kelapa

  • Bagikan

Iwan J Sastra/Teraslampung.com


Bupati Lampung Selatan Rycko Menoza menanam pohon kelapa saat Peringatan Hari Perkelapaan, di areal Grand Elty Kalianda, Senin (15/12). 

KALIANDA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan melalui  Dinas Perkebunan, memperingati Hari Perkelapaan Dunia tingkat Kabupaten Lampung Selatan tahun 2014, di Grand Elty Kalianda Resort, Senin (15/12).

Acara Hari Perkelapaan ke- 4 tahun tersebut, dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seperti penanaman bibit kelapa dan tanaman pohon di area Grand Elty Kalianda, Resort, lomba mewarnai, lomba cipta pangan lokal berbahan dasar kelapa, lomba mengupas kelapa, dan lomba kreasi daun janur kelapa yang diikuti oleh ribuan masyarakat Lamsel.

Peringatan hari perkelapaan itu, dibuka secara resmi oleh Bupati Lamsel H. Rycko Menoza SZP dan dihadiri oleh jajaran Forkorpimda Lamsel, Sekkab Lamsel Ir. Sutono, serta para Kepala Badan/Kantor/Dinas Instansi lingkup Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Asisten Ekobang Setdakab Lamsel selaku Ketua Pelaksanan Kegiatan Ir. Erlan Murdiantono menjelaskan, peringatan hari perkelapaam yang digelar oleh Pemkab Lamsel ditahun ini, sebagai bentuk komitmen untuk terus mengembangkan dan mengembalikan kejayaan komoditas kelapa di kabupaten serambi pulau sumatera ini. 

“Kabupaten Lampung Selatan, memiliki potensi kelapa seluas 31.824,50 hektare, dengan produksi kopra sebanyaj 1,94 ton perhektare. Untuk itu, kegiatan ini dilakukan sebagai penyemangat para petani kelapa agar semakin termotivasi untuik menanam bibit kelapa. Sehingga dapat mengembalikan nilai komoditi kelapa yang dulunya pernah jaya di kabupaten ini (Lamsel, red),” ujar Erlan Murdiantono.

Sementara itu Bupati Lampung Selatan Rycko Menoza mengatakan, daerah Lampung Selatan memiliki berbagai macam potensi alam seperti komoditas unggulan baik dibidang pertanian maupun perkebunan.

“Saya berharap, kita semua harus bisa sama-sama memelihara potensi yang ada ini dan menjaganya dengan sebaik mungkin. Tentunya hal itu tidak terlepas dari peran serta masyarakat dalam memelihara ekosistem yang sudah ada ini,” terangnya.

Diungkapkannya, dengan melestarikan tanaman kelapa, secara tidak langsung hasilnya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Karena, disamping bisa diambil buahnya, masyarakat juga bisa memanfaatkan pohonnya untuk dijadikan berbagai macam jenis kayu olahan. 

“Dimasa mendatang, pemerintah kabupaten Lampung Selatan tentunya harus benar-benar bisa merevitalisasi sekaligus menginventalisir kebutuhan yang nyata dalam hal peningkatan produksi buah kelapa yang lebih baik lagi,” katanya.

  • Bagikan