Beranda Ruwa Jurai Pringsewu Bupati Sujadi Minta Kinerja Dewan Pangan Pringsewu Ditingkatkan

Bupati Sujadi Minta Kinerja Dewan Pangan Pringsewu Ditingkatkan

217
BERBAGI
Bupati Pringsewu Sujadi saat membuka Rapat Ketahanan Pangan di Aula Sekretariat Pemkab Pringsewu, Rabu, 3 September 2014. (Foto: Ist/dok)

GADINGREJO, Teraslampung.com – Bupati Pringsewu, Sujadi, menegaskan ketahanan pangan akan selalu menjadi isu penting dan menjadi urusan wajib para  kepala daerah  di Indonesia, termasuk di Kabupayen Pringsewu.

“Ketahana pangan  adalah urusan wajib. Gubernur dan Bupati/ Walikota harus membentuk Dewan Ketahanan Pangan Provinsi dan Kabupaten Kota dalam rangka mendukung upaya terwujudnya ketahanan pangan provinsi dan kabupaten kota sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 83 tahun 2006 tentang Dewan Ketahanan Pangan,” kata Bupati Pringsewu, Sujadi, saat membuka rapat anggota Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Pringsewu tahun 2014 di aula sekretariat Pemkab Pringsewu, Gadingrejo, Rabu (3/9).

Bupati Sujadi mengatakan, pembentukan Dewan Ketahanan Pangan sejalan dengan semangat otonomi daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 3 tahun 2007 yang mengatur tentang pangan. Mengingat pentingnya peran Dewan Ketahanan Pangan dalam menjalankan fungsi koordinasi, kata Sujadi,  kinerja dan peran sekretariat Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Pringsewu harus terus ditingkatkan.

Menurut Sujadi, hal tersebut perlu mendapat perhatian khusus mengingat terdapat beberapa isu strategis ketahanan pangan dalam pembangunan ketahanan pangan. Antara lain masalah pemantapan ketersediaan pangan berbasis kemandirian, peningkatan kemudahan dan kemampuan mengakses pangan, peningkatan kuantitas dan kualitas konsumsi pangan menuju gizi seimbang berbasis pangan lokal, serta peningkatan mutu dan keamanan pangan.

“Dalam hal pemantapan ketersediaan pangan, perlu diperhatikan kapasitas produksi domestik, kelestarian sumberdaya lahan dan air, serta cadangan pangan,” ujarnya.

Sujadi mengatakan, tata kelola logistik pangan daerah untuk kelancaran distribusi dan pasokan pangan juga perlu mendapat perhatian untuk peningkatan kemudahan dan kemampuan masyarakat dalam mengakses pangan. Selain itu, penjaminan stabilitas harga pangan sangat diperlukan mengingat masa panen yang tidak merata sepanjang bulan yang dapat menyebabkan harga pangan berfluktuasi, dan harga pangan dunia yang semakin tidak menentu, sementara Indonesia sangat rentan terhadap pengaruh pasar dunia.

“Dengan adanya stabilitas harga pangan, juga akan menguatkan posisi tawar petani dan menjamin akses pangan masyarakat,” tambahnya.

Menurut Sujadi, saat ini ketahanan pangan mendapatkan tantangan berat. Tantangan itu antara lain perubahan iklim global, kompetisi pemanfaatan sumberdaya lahan dan air untuk kegiatan pertanian dan nonpertanian, serta degradasi lingkungan yang menurunkan kapasitas produksi pangan nasional. Pembangunan ketahanan pangan dapat diwujudkan apabila seluruh pihak berperan aktif dan melakukan koordinasi yang efektif melalui wadah Dewan Ketahanan Pangan.

Rapat anggota Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Pringsewu tahun 2014 juga dihadiri Wakil Bupati Pringsewu H.Handitya Narapati SZP, Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu H.Idrus Effendi, sejumlah kepala satuan kerja terkait, Kabid Ketersediaan Pangan Badan Ketahanan Pangan Provinsi Lampung Ir.Abdul Aziz, MP, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung Prof.DR.Ir.Wan Abbas Zakaria, MS, serta  para pemangk kepentingan (stakeholder) lainnya. (Adi Nur Pracoyo/A. Andoyo)

Loading...