Beranda Ruwa Jurai Tulangbawang Bupati Winarti Kampanye Imunisasi Measles Rubella di Tulangbawang

Bupati Winarti Kampanye Imunisasi Measles Rubella di Tulangbawang

216
BERBAGI
Bupati Winarti pada acara kampanye imunisasi campak, Selasa (1/8/2018)

TERASLAMPUNG.COM — Bupati Tulangbawang Winarti mencanangkan Kampanye dan Introduksi Imunisasi Measles Rubella (MR) yang dipusatkan di Kecamatan Banjar Agung, Rabu, (1/8/2018).

Menurut Bupati Winarti Pencanangan Kampanye dan Introduksi Imunisasi Measles Rubbela (MR) di Kabupaten Tulangbawang merupakan langkah positif dalam upaya memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang vaksin MR.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat mendukung upaya Pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Tulangbawang,” katanya.

Bupati Winarti mengatakan Pemerintah Republik Indonesia berkomitmen untuk mencapai eliminasi penyakit campak dan pengendalian penyakit rubella/ kecacatan yang disebabkan oleh infeksi rubella saat kehamilan (Congenital Rubella Syndrom) pada Tahun 2020.

“Salah satu upaya yang perlu dilakukan untuk mempercepat pencapaian tujuan tersebut, adalah dengan melaksanakan immunisasi masal dan introduksi imunisasi Campak/ Measles dan Rubella (MR),”katanya.

“Maka imunisasi massal MR sangat baik, karena bertujuan untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella yang ada di masyarakat. Lalu dalam rangka menyukseskan imunisasi masal dan introduksi imunisasi MR, saya mengajak Dinas/ Lembaga terkait, beserta perangkat kerjanya, Organisasi Masyarakat Sipil, dan Lembaga-lembaga Swadaya Masyarakat, untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam imunisasi massal MR,” tegasnya.

Sasaran pelaksanaan kegiatan imunisasi masal MR adalah anak usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun. Jumlah sasaran imunisasi MR di Kabupaten Tulangbawang sekitar 129.480 anak.

Untuk Tahap I dilaksanakan Bulan Agustus 2018 ini untuk siswa sekolah dasar dan sekolah menengah dan untuk Tahap II pada September 2018 mendatang pada anak pra-sekolah.

“Imunisasi MR ini diberikan tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya. Imunisasi MR ini bersifat wajib dan tidak memerlukan ijin tertulis. Untuk itu, saya mengharapkan dukungan dari semua pihak agar suksesnya program kampanye imunisasi MR,”tandasnya.

Hotdin Sihotang