Beranda Ruwa Jurai Lampung Selatan Bupati Zainudin Hasan: Yang Menolak SP 1 akan Dipindah ke Kantor Kecamatan

Bupati Zainudin Hasan: Yang Menolak SP 1 akan Dipindah ke Kantor Kecamatan

277
BERBAGI
Biupati Zainudin Hasan melakukan inspeksi mendadak di salah satu kantor SKPD Kabupaten Lampung Selatan, Senin (11/7/2016).
Biupati Zainudin Hasan melakukan inspeksi mendadak di salah satu kantor SKPD Kabupaten Lampung Selatan, Senin (11/7/2016).

TERASLAMPUNG.COM — Peringatan Bupati Lampung Selatan Hasan tentang sanksi bagi PNS yang mangkir usai libur Idul Fitri bukan sekadar gertak sambal. Bupati Zainudin akan merealisasikan sanksi bagi PNS yang terbukti melanggar perintah dan menolak surat peringatan.

“Bagi pegawai yang tidak masuk kerja, akan langsung diberikan surat peringatan pertama (SP1), dan bagi yang tidak terima akan dipindahkan ke bagian sekretariat kecamatan,” ujar Zainudin, di sela-sela acara sidak, Senin siang (11/7).

Zainudin Hasan kecewa dengan sikap tidak disiplin yang ditunjukkan oleh sebagian pegawai di Lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamsel, pada hari pertama masuk kerja usai libur Hari Raya Idul Fitri 1437 H dan cuti bersama tahun 2016, Senin (11/7).

Sidak yang dilakukan Bupati Zainudin Hasan ke tiap-tiap dinas/instansi di lingkup Pemkab Lamsel, Senin (11/7) menemukan bukti ada 16 orang pegawai di lingkungan Pemkab Lamsel tidak masuk kerja.

Menurut Zainudin, tindakan tegas yang diberikan terhadap para pegawai yang mangkir (tidak masuk kerja) pada hari pertama pasca libur lebaran tahun 2016 ini, mengacu pada Peraturan Kementerian Apartur Sipil Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpen-RB) yakni jadwal masuk kerja bagi PNS di seluruh Indonesia dimulai pada Senin (11/7). Jika, ada yang melanggar, maka diberikan SP 1.

“Aturannya sudah jelas, bagi yang tidak masuk kerja langsung diberikan SP1 dan ini tidak bisa ditawar-tawar lagi,” terangnya.

Dia menjelaskan, untuk kedepan bagi Kepala Satuan Kerja (Satker) diminta untuk dapat bertanggungjawab terhadap displin para stafnya. Sebab, hampir seluruh satker yang pegawainya tercatat tidak masuk kerja rata-rata dari pegawai yang domisilinya berada di wilayah Kalianda.

“Ini sangat memalukan, kedepan tingkat kedisplinan pegawai Pemkab Lamsel jangan lagi terjadi seperti ini. Hasil sidak yang dilakukan ini, akan menjadi bahan evaluasi bagi pegawai untuk mengisi jabatan pada bulan Agustus 2016 mendatang,” katanya.

Iwan J Sastra