Beranda Hukum Buron Kasus Penggelapan Ditangkap Polisi Usai Jadi Saksi di Pengadilan

Buron Kasus Penggelapan Ditangkap Polisi Usai Jadi Saksi di Pengadilan

325
BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Ilustrasi

BANDARLAMPUNG — Syahrijal (32), warga Jalan Kapling Raya, Rajabasa, Kedaton Bandarlampung, hanya bisa pasrah ketika ditangkap petugas kepolisian usai menjadi saksi atas kasus penggelapan di Pengadilan (PN) Negeri Kelas IA Tanjungkarang, pada Selasa (4/8) siang. Syahrijal diduga turut terlibat dalam kasus penggelapan sehingga  pelaku yang masuk dalam pencarian orang (DPO) Polres Bandarlampung.

Menurut keterangan salah seorang saksi yang enggan disebutkan namanya, penangkapan saksi bernama Syahrijal, berawal saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Venny menggelar sidang lanjutan. Yakni perkara dugaan penggelapan, berupa satu buah Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) mobil Suzuki Grand Vitara dan satu buah BPKB mobil Vios dengan terdakwa Ahmad Sofyan (28).

Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi tersebut, JPU menghadirkan saksi Syahrijal untuk memberikan keterangan dalam persidangan. Namun, usai memberikan kesaksian, Syahrijal ternyata telah dipantau pergerakannya oleh anggota polisi yang diketahui dari Polresta Bandarlampung.

“Setelah keluar dari ruang sidang, Syahrijal ini langsung ditangkap polisi. Namun Syahrijal sempat memberikan perlawanan saat akan dibawa, polisi yang berjumlah tiga orang tetap membawa Syahrijal ke mobil dengan posisi tangannya diborgol,”tutur dia kepada Teraslampung.com.

Sementara menurut keterangan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), Venny mengatakan, dirinya mengaku kaget ketika petugas kepolisian yang datang ke Pengadilan dan langsung mengamankan saksi Syahrijal usai memberikan kesaksian terhadap terdakwa Ahmad Sofyan.

“Saya nggak tahu kenapa Syahrijal ini, begitu selesai memberikan kesaksisan langsung ditangkap sama polisi,” kata Venny kepada wartawan, Selasa (4/8).

Syahrizal yang diketahui sebagai pemilik showroom Zalna motor ini, menurut Venny, diduga turut terlibat dalam kasus penggelapan tersebut yakni melakukan pencairan uang dari hasil penggelapan BPKP mobil milik saksi korban Chandra Johan yang dileasingkan.

“Tapi untuk perkara ini yang bersangkutan (Syahrijal) masih sebagai saksi. Ya coba silahkan saja konfirmasikan ke Polresta Bandarlampung, biar lebih jelas terkait dengan penangkapan itu,” ujarnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Komisaris Dery Agung Wijaya saat dikonfirmasi teraslampung.com, Selasa (4/8) malam dengan menghubungi melalui ponselnya, tidak ada jawaban meski ponselnya dalam keadaan aktif.

Loading...