Beranda Hukum Narkoba Buron Kejari Tulangbawang dan Terpidana Kasus 1,6 Ton Ganja Dibekuk di Aceh

Buron Kejari Tulangbawang dan Terpidana Kasus 1,6 Ton Ganja Dibekuk di Aceh

972
BERBAGI
Zulkarnain terpidana kasus ganja yang menjadi buron Kejaksaan Negeri Tulangbawang dibekuk di Langsa, Aceh.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Tim gabungan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, Kejari Tulangbawang bersama Kejari Langsa dan Polsek Langsa, Aceh, Nangroe Aceh Darusalam (NAD) menangkap Zulkiran Alias Zul (44), terpidana kasus kepemilikan 1,6 ton ganja yang menjadi buronan Kejari Tulangbawang.

Petugas menangkap terpidana tersebut, di rumahnya di Jalan Ahmad Ibrahim, Langsa, Aceh, pada Rabu 11 April 2018 lalu.

Terpidana Zulkiran yang sebelumnya divonis bebas tersebut, akhirnya dinyatakan bersalah setelah Kejari Tulangbawang mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung berdasarkan No.1649K/Pid.Sus/2017 tanggal 30 Agustus 2017. Dalam putusannya itu, Zul dinyatakan bersalah melanggar tindak pidana Narkotika dengan kurungan penjara selama 20 tahun.

Wakajati Lampung, Jaja Subagja mengatakan, penangkapan terhadap Zulkiran, berdasarkan putusan MA, yang menyatakan bahwa Zulkiran bersama keenam terdakwa lainnya yang sudah lebih dulu divonis ternyata Zul terbukti terlibat dalam kepemilikan 1,6 ton ganja tersebut.

“Berdasarkan vonis MA itulah, segera dilakukan eksekusi dengan mencari keberadaan Zulkiran yang juga sudah ditetapkan sebagai DPO sejak 8 bulan lalu,”ujarnya saat gelar konferensi pers di ruang VIP Bandara Radin Inten II, Branti, Lampung Selatan, Jum’at 13 April 2018.

Dalam pencarian itu, kata Jaja, didapatkan informasi adanya seseorang yang profilnya sama dengan terpidana Zulkiran tersebut di wilayah Langsa, Aceh. Dari informasi itu, tim Kejati Lampung, Kejari Tulangbawang bekerjasama dengan Kejari Langsa dan anggota Polsek Langsa, Aceh melakukan penyelidikan di lokasi yang dimaksud.

“Ternyata benar, terpidana yang sedang kita cari. Saat itu juga, langsung dilakukan penangkapan terhadap Zulkiran saat berada di kediamannya di daerah Langsa, Aceh, NAD,”ungkapnya.

Jaja menguatarakan, terpidana Zulkiran ini, merupakan satu diantara enam perkara splitan yang ditetapkan sebagai tersangka atas perkara narkoba jenis ganja sebanyak 1,6 ton. Saat itu mobil milik Zulkiran yang dikemudikan Alfian, ditemukan ganja sebanyak 1,6 ton. Pada saat menjalani proses persidangan, Alfian diputus Pengadilan Negeri Menggala dengan kurungan penjara seumur hidup.

Sedangkan terpidana Zulkiran, diputus bebas oleh Pengadilan Negeri Menggala dengan alasan 1,6 ton ganja itu bukanlah milikya. Atas putusan tersebut, Jaksa Penuntut umum (JPU) mengajukan kasasi pada Agustus 2017 lalu.

“Hasil kasasi, MA memutuskan Zulkiran dengan kurungan 20 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar sub enam bulan penjara. Setelah memilik kekuatan hukum tetap, kami mencari keberadaanya hingga akhirnya kami berhasil menangkap Zulkiran,”terangnya.

Dikatakannya, saat ini terpidana Zulkiran langsung dilakukan penahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1A Bandarlampung (Lapas Rajabasa).

Loading...