Beranda Hukum Korupsi Buron Sejak 2012, Terdakwa Korupsi Proyek Jamban Diringkus Kejati Lampung

Buron Sejak 2012, Terdakwa Korupsi Proyek Jamban Diringkus Kejati Lampung

762
BERBAGI
Kasi Penkum Kejati Lampung, Ari Wobowo saat pres reles penangkapan terdakwa Hazairin (kedua dari kanan), PNS Dinkes Lampung yang menjadi buronan tindak pidana korupsi proyek pengadaan jamban Dinkes Provinsi Lampung.
Kasi Penkum Kejati Lampung, Ari Wobowo saat pres reles penangkapan terdakwa Hazairin (kedua dari kanan), PNS Dinkes Lampung yang menjadi buronan tindak pidana korupsi proyek pengadaan jamban Dinkes Provinsi Lampung.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Kejaksaan tinggi (Kejati) Lampung, menangkap terdakwa tindak pidana korupsi pengadaan jamban di Dinas kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung, Hazairin (56) PNS Dinkes Lampung yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Kejaksaan negeri (Kejari) Bandarlampung sejak Tahun 2012 silam.

Kasi Penkum Kejati Lampung, Ari Wobowo mengatakan, terdakwa Hazairin yang selama ini menjadi buronan perkara korupsi sejak tahun 2012 silam, berhasil ditangkap tim Kejati Lampung dan Kejari Bandarlampung saat pulang ke rumahnya di Perum Kedamaian Asri Blok D, Kelurahan Kedamaian, Tanjungkarang Timur, Rabu 5 September 2018 sekitar pukul 06.40 WIB.

“Rabu pagi tadi terdakwa Hazairin ditangkap di rumahnya, terdakwa merupakan buronan perkara korupsi proyek pengadaan 59 jamban di Dinkes Provinsi Lampung. Dari penangkapan itu, petugas membawa Hazairin ke Kejati Lampung dan diserahkan ke Bidang Pidsus,”ujarnya saat pres reles di Kantor Kejati Lampung, Rabu 5 september 2018.

Ari Wibowo mengungkapkan, dalam perkara tindak pidana korupsi proyek pengadaan jamban di Dinas kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung tersebut, terdakwa Hazairin telah merugikan negara sebesar Rp 208.897.000. Sejak diputus oleh pengadilan hukuman pidana penjara 2 tahun, Hazairin wajib membayar uang pengganti sebesar Rp 39 juta.

“Selama dalam pelariannya sejak tahun 2012 silam atau selama enam tahun ini, terdakwa Hazairin sering berpindah-pindah tempat dan sudah empat kali terdakwa berpindah tempat saat diburu oleh petugas hingga akhirnya berhasil ditangkap saat pulang ke rumahnya,”ungkapnya.

Dikatakannya, terdakwa Hazairin, selanjutnya akan langsung diserahkan ke Lapas Rajabasa untuk menjalani proses hukumannya.

Loading...