Beranda Hukum Kriminal Buron Tiga Tahun, Tersangka Pembunuh Ustad Supian Dibekuk di Sumsel

Buron Tiga Tahun, Tersangka Pembunuh Ustad Supian Dibekuk di Sumsel

836
BERBAGI
Tersangka Iyan Singgih alias Cenggeh ketika diperiksa di Polres Bandarlampung.

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polresta Bandarlampung kembali meringkus Iyan Singgih alias Cenggeh (38), salah satu tersangka pelaku pembegalan yang mengakibatkan tewasnya Ustad Supian Sauri (50) di Jalan Raya Suban, Kelurahan Way Laga, Panjang, pada Selasa (20/5/2014) silam.

Polisi menangkap warga Bergen, Tanjung Bintang, Lampung Selatan tersebut, di Muara Dua, Sumatera Selatan, pada Rabu (1/3/2017) sore lalu. Saat akan ditangkap tersangka melawan, petugas melumpuhkan tersangka dengan timah panas di kedua kakinya.

Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Murbani Budi Pitono mengatakan, tersangka Iyan Singgih alias Cenggeh, salah satu tersangka pembegalan dan pembunuhan Ustad Supian dari tiga tersangka lain yang sudah lebih dulu tertangkap polisi.

Aksi pembegalan dan pembunuhan tersebut, terjadi di Jalan Raya Suban, Kelurahan Way Laga, Panjang, pada Selasa (20/5/2014) silam.

BACA: Pulang Pengajian, Seorang Ustad Ditusuk Begal Hingga Tewas

“Petugas menangkap Cenggeh, yang sudah buron selama tiga tahun di tempat persembunyiannya di Muara Dua, Sumatera Selatan. Tersangka terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas, karena berusa melawan saat akan ditangkap,”ujarnya, Kamis (2/3/2017).

Dikatakannya, pembunuhan Ustad Sopian, selain tersangka Cenggeh ada beberapa tersangka lainya seperti, Kristian Budiantoro (27), Rusdi (16) dan Rohadi alias Kepel (19), mereka warga Desa Tanjungsari, Tanjung Bintang, Lampung Selatan. Ketiga tersangka tersebut, sudah lebih dulu ditangkap dan divonis hukuman 20 tahun penjara.

“Sedangkan untuk satu tersangka lagi, diketahui bernama Muksin yang juga ikut terlibat dalam aksi tersebut, ditembus peluru panasa Tim Tekab 308 Polda Lampung pada tahun 2015 silam,”ungkapnya.

Menurutnya, peran dari tersangka Cenggeh tersebut, sebagai Joki atau yang membonceng tersangka Kristian saat melakukan aksi pembegalan.

BACA: Begal Pembunuh Ustad Supian Sauri Divonis 20 Tahun Penjara

Tersangka Cenggeh, kata Murbani, diajak dengan Kristian untuk mencuri motor. Lalu tersangka Cenggeh, menemani Kristian dan tersangka lainnya mencari sasaran korbannya.

Ketika berada di Jalan Raya Suban, para tersangka melihat Ustadz Sopian melintas mengendarai sepeda motor bersama temannya seusai pulang dari mengisi ceramah di Bandarlampung.

“Para tersangka membuntuti Ustad Sopian dari belakang, dan mereka langsung memepet motor korban dan menabraknya serta menghadang dari depan,”ujarnya.

Selanjutnya, Kristian dan Mukhsin turun dari motor merampas sepeda motor Yamaha Mio Sporty warna merah Nopol BE 3457 BN milik korban, ternyata korban melawan hingga terjadi perkelahian.

Teman korban berhasil lari dan meminta bantuan warga. Saat itu juga, Kristian dan Mukhsin langsung menusuk korban pakai pisau hingga beberapakali tusukan ditubuhnya.

“Melihat korban tewas, mereka membuang tubuh korban Sopian ke dalam jurang. Lalu para tersangka membawa kabur motor korban dan menjualnya ke daerah Lampung Timur,”terangnya.