Beranda Hukum Kriminal Buru Kawanan Rampok Bersenjata Api, Polda Lampung Kerahkan Puluhan Personel Gabungan

Buru Kawanan Rampok Bersenjata Api, Polda Lampung Kerahkan Puluhan Personel Gabungan

319
BERBAGI
Tim pemburu perampok bersenjata api dikerahkan Polda Lampung di tiga kabupate, Jumat (20/10/2017).

Zainal Asiki|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Polda Lampung mengerahkan puluhan personel gabungan dari Subdit III Jatanras, Satuan Brimob, Intelejen dan Keamanan (Intelkam) Polda Lampung, untuk memburu komplotan perampok bersenjata api yang beraksi di Kabupaten Way Kanan, Lampung Barat, dan Lampung Tengah.

“Dua tim gabungan pemburu yang dibentuk Polda Lampung, berkekuatan sekitar 40 personel,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Pol Heri Sumarji, Jumat (20/10/2017).

Kombes Heri Sumarji mengatakan, untuk perburuan terhadap para pelaku perampokan bersenjata api yang beraksi di wilayah hukum Polda Lampung ini dilakukan atas intruksi Kapolda Lampung, Irjen Pol Suroso Hadi Siswoyo.

“Kami kemudian membentuk dua tim gabungan untuk membackup Polres Jajaran Way Kanan, Lampung Barat dan Lampung Tengah,” katanya.

Menurut Kombes Heri Sumarji, sebagai antisipasi adanya perlawanan, para personel gabungan yang diterjunkan dilengkapi dengan persenjataan.

Tim tersebut, akan dipimpin langsung oleh Kasubdit III Jatanras Polda Lampung, AKBP Roy Setya Putra.

Menurutnya, mengenai identitas delapan pelaku perampokan, lalu jenis senjata api laras panjang dan pendek yang digunakan para pelaku tersebut, saat ini masih dilakukan penyelidikan.

“Kami masih fokus memburu para pelaku, serta mempersempit ruang gerak mereka (pelaku). Kami juga menginstruksikan Polres Jajaran untuk melakukan Patroli rutin,”jelasnya.

Mantan Kapolresta Bandara Soetta ini menambahkan, dugaan aksi perampokan tersebut, karena di tempat kejadian perkara (TKP), masyarakat sedang musim panen. Pastinya, perputaran uang itu ada dan besar.

“Dugaan Penyebabnya kemungkinan itulah, sehingga wilayah itu menjadi sasaran para pelaku,”pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, komplotan perampok bersenjata api laras panjang dan pendek berjumlah delapan orang, menyatroni rumah Tukiran (45), warga Kampung Kalipapan, Kecamatan Negeri Agung, Way Kanan, Kamis dinihari (19/10/2017) sekitar pukul 03.00 WIB.

Setelah menganiaya korban hingga mengalami luka lebam diwajah, komplotan perampok tersebut menggasak uang senilai Rp 150 juta dan pershiasan emas seberat 70 gram.

Sebelumnya juga, terjadi perampokan di toko emas ‘Zam-Zam’ milik H. Imron (55) di Pasar Minggu, Pekon Pura Jaya, Kecamatan Kebun Tebu, Lampung Barat, pada Sabtu (14/10/2017) lalu sekitar pukul 12.30 WIB.

Dalam aksinya, pelaku menembak Imron, pemilik toko dibagian perutnya dan pelaku menggasak perhiasan emas seberat 400 gram dan uang tunai Rp 20 juta dari dalam toko milik korban.

Sementara aksi perampokan juga terjadi di Kampung Sri Kencono 1, Kecamatan Bumi Nabung, Lampung Tengah, Selasa (29/8/2017) pagi sekitar pukul 07.30 WIB. Para pelaku tersebut, menembak mati Kasir Pabrik Tapioka, Sri Winarti alias Narti (43), tewas bersimbah darah dilokasi kejadian.

Selain menembak kepala Narti, kawanan perampok juga menembak suaminya, Sudarno alias Darno (45). Darno ditembak dilengan kanan dan nyawanya tertolong setelah dilarikan ke rumah sakit di Kota Metro.

Selain melukai kedua korban pasutri tersebut, kawanan perampok sadis bersenjata api itu berhasil menggasak uang korban sebesar Rp 76 juta.