Beranda News Nasional Buruh Pembakar Bunga di Balai Kota Minta Maaf, Ini Alasan Mereka Membakar...

Buruh Pembakar Bunga di Balai Kota Minta Maaf, Ini Alasan Mereka Membakar Bunga

778
BERBAGI
Bunga di sekitar Balai Kota Jakarta dibakar massa buruh.

Teraslampung.com – Motif pembakaran bunga simpati untuk Basuki Tjahaja Purnama – Djarot Saiful Hidayat di sekitar Balai Kota Jakarta oleh massa buruh, Senin siang (1 Mei 2017), sudah menemui titik terang. Kelompok buruh yang membakar pun sudah diketahui. Namun, polisi tidak melakukan tindakan hukum karena mereka sudah meminta maaf.

Menurut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Jupan Royter, para buruh membakar bunga-bunga tersebut adalah mereka yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik dan Mesin (FSP LEM).

Dalam catatan media, mereka adalah kelompok buruh yang sudah pernah teken kontrak dengan pasangan Anies Baswedan – Sandiaga Uno pada Pilgub DKI. Mereka teken kontrak politik untuk memenangkan Anies – Sandi dalam Pilgub DKI Jakarta.

“Ketua FSP LEM-nya sudah minta maaf,” kata Jupan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (1/5).

Menurut Jupan, FSP LEM membakar bunga yang dikirim simpatisan Ahok – Djarot karena mereka kecewa kepada Ahok dan  Djarot karena urung meningkatkan upah.

“Mungkin mereka merasa kenapa tidak diangkat (upah),” ujarnya.

Sebelumnya para buruh mengaku sengaja membakar karangan bunga karena kesal dengan kebijakan Ahok-Djarot.

“Karena UMP tidak naik-naik sampai sekarang. Kita mau lihat bagaimana sikapnya. Ini simbol sebagai bersih-bersih,” kata Sekjen Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik dan Mesin (FSP LEM) SPSI, Idrus, kepada awak media, di depan Balai Kota Jakarta, Senin (1/5).

Idrus mengaku pembakaran karangan bunga merupakan bentuk kekesalan para buruh di Jakarta yang upahnya tidak juga dinaikan oleh pemerintahan Ahok-Djarot. Terlebih, upah di Jakarta lebih rendah bila dibandingkan dengan daerah lainnya.

“Ini kekesalan kami yang selama ini tuntutan kami tak didengar, masa kalah dengan Bekasi, Karawang, Cikarang,” ujar dia.

Selain itu, Idrus pun mengakui bila buruh yang tergabung dengan FSP LEM SPSI telah melakukan kontrak politik dengan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan- Sandiaga Uno. Bahkan, kontrak politik itu ditandatanganinya pada saat masa kampanye berlangsung.

“Anies sudah janji, dia tidak mau gunakan PP 78. Sudah ada kontrak politik dengan Anies waktu kampanye,” ujar dia.

Di sisi lain, Idrus menegaskan akan bertanggung jawab atas pembakaran tersebut. “Saya bertanggung jawab atas pembakaran karangan bunga ini. Ini bentuk protes kami atas apresiasi,” pungkas dia.

merdeka.com/liputan6.com/bbs

Loading...