Butuh Uang untuk Beli Makan dan Rokok, Residivis Ini Curi Ponsel dan Burung Tetangga

  • Bagikan
Kapolsekta Tanjungkarang Barat Kompol Harto Agung Cahyono menunjukkan barang bukti dua unit ponsel hasil curian yang disita dari tersangka Ismail.

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Ismail alias Iis (34) kini harus kembali mendekam di sel tahanan Mapolsekta Tanjungkarang Barat ketiga kalinya. Hal itu karena ia mencuri dua unit ponsel dan dua ekor burung jenis Kenari dan Jalak Uren milik tetangganya di Jalan Imam Bonjol Ganga Kelana, Kelurahan Langkapura

“Saya mencuri karena butuh uang untuk beli makanan dan rokok dan keperluan sehari-hari,” katanya, kepada petugas dan awak media di Mapolsekta Tanjungkarang Barat, Kamis (20/4/2017).

Menurut Ismail, bahwa dirinya selama ini bekerja sebagai buruh serabutan, sehingga untuk membeli kebutuhan sehari-hari merasa kesulitan.

Dikatakannya, bukan kali ini saja dirinya terlibat dengan tindak pidana, sebelumnya ia pernah menjalani kehidupan dipenjara selama 14 bulan karena kasus ganja tahun 1999 silam. Kemudian tahun 2011, ia kembali harus masuk penjara dan menjalani hukuman delapan bulan karena kasus penganiayaan.

“Saya masuk penjara lagi ini, untuk yang ketiga kalinya karena mencuri ponsel dan burung punya tetangga saya. Ini yang terakhir saya masuk penjara, saya kapok dan nggak mau lagi masuk penjara,”ungkapnya.

Diketahui, petugas Polsekta Tanjungkarang Barat bersama warga menangkap Ismail alias Iis (34) di Jalan Imam Bonjol Gang Kelana, Kelurahan Langkapura, pada Rabu (19/4/2017) sekitar pukul 02.00 WIB. Tersangka yang diketahui sebagai residivis tersebut, ditangkap karena kepergok mencuri dari dalam rumah tetangganya sendiri.

Kapolsekta Tanjungkarang Barat, Kompol Harto Agung Cahyono mengatakan, Ismail mencuri dari dalam rumah tetangganya sendiri di Jalan Imam Bonjol Gang Kelana, Kelurahan Langkapura. Barang yang dicuri tersangka adalah, dua unit ponsel dan dua ekor burung jenis Kenari dan Jalak Uren.

“Aksi Ismail yang mencuri ponsel dan burung dari dalam rumah korban itu, diketahui warga sekitar,”ujarnya, Kamis (20/4/2017).

Warga yang memergoki aksi tersebut, kata Harto, langsung mengejar Ismail yang melarikan diri hingga akhirnya ditangkap warga tidak jauh dari lokasi kejadian. Warga yang geram dengan ulah tersangka, langsung menghajar tersangka.

“Saat ditangkap dan dihajar warga, satu ekor burung kenari hasil curian yang digegam Ismail mati, sedangkan satu ekor burung lagi yakni jalak uren terbang,”ungkapnya.

Petugas mendapat informasi tersebut, langsung ke lokasi kejadian perkara dan mengamankan tersangka Ismail. Selanjutnya, tersangka dan barang bukti dua unit ponsel hasil curian, dibawa ke Mapolsekta untuk proses penyelidikan.

“Tersangka Ismail ini, residivis yang sudah dua kali masuk penjara dalam kasus berbeda,”terangnya.

  • Bagikan