Beranda Hukum Kriminal Cabuli Anak Kandung yang Masih Balita, Warga Tanjung Raya Ditahan di Polres...

Cabuli Anak Kandung yang Masih Balita, Warga Tanjung Raya Ditahan di Polres Lampura

227
BERBAGI
Dengan tertunduk lesu, pa, ayah bejat mengakui perbuatannya yang menggagahi anak kandungnya yang masih balita di hadapan penyidik Polres‎ Lampung Utara.

Feaby|Teraslampung.com‎

‎Kotabumi‎–Pa (39), warga Desa Tanjung Raja, Kecamatan Tanjung Raja,Lampung Utara, ditahan polisi karena mencabuli anak kandungnya sendiri, ANP (3,5 tahun).Kini, tersangka berikut barang bukti telah diamankan di Mapolres Lampung Utara untuk mempertanggungjawabkan perbuatan bejatnya.

“Tersangka telah kami amankan. Perbuatan tak senonoh itu dilakukan tersangka pada tanggal 23 Juli 2016 lalu,” kata Kasat Reskrim Polres Lampung Utara, Ajun Komisaris, Supriyanto Husin, kepada sejumlah wartawan, Jumat (29/7/2016).

Supriyanto mengatakan, perbuatan bejat Pa dilakukan di rumahnya sendiri sekitar pukul 07:00 WIB. Saat itu, yang ada di dalam rumah hanya pelaku dan kedua anaknya. Sementara, R, istri pelaku sedang tak ada di rumah. Anak sulung pelaku yang berinisial D tertidur di kamar. Sedangkan, ANP tertidur di ruang keluarga.

“Saat itulah pelaku menodai anaknya,” terang dia.

Setibanya di rumah sekitar pukul 09:00 WIB, istri pelaku yang juga ibu kandung korban curiga melihat putri bungsunya menangis. Mendapati anaknya menangis, R kemudian menanyakan kepada ANP apa yang membuatnya menangis.

Dengan polosnya, korban menceritakan perbuatan durjana si ayah. Mendengar kabar itu, R lantas memeriksa ANP. Setelah melihat ada yang janggal di kemaluan putrinya, barulah R yakin dengan apa yang diceritakan putrinya itu.

Setelah itu, ibu korban menceritakan kepada keluarga besarnya tentang perbuatan sang suami. Keluarga akhirnya memutuskan melapor perbuatan tersangka ke polisi.

“Hari itu juga pelaku langsung kami tangkap. Hasil visum menerangkan jika kemaluan korban ‘tak seperti semula’,” urainya.

Selain mengamankan tersangka, polisi  juga menyita barang bukti berupa pakaian korban. Akibat perbuatan yang merusak masa depan anaknya ini, pelaku terancam hukum penjara selama 15 tahun sesuai dengan pasal 81 dan 82 Undang – Undang (UU) nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Pelaku terancam 15 tahun penjara akibat perbuatannya,” kata Kasat.

Pa ketika dikonfirmasi tak menampik perbuatan bejatnya kepada putri bungsunya tersebut. Ia berdalih, hal itu dilakukannya karena khilaf melihat kondisi anaknya yang tertidur lelap.

“Saya khilaf pak dan menyesal melakukannya,” kata pria yang bekerja sebagai petani ini.

Loading...