Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Diduga Cabuli Bocah 5 Tahun, Pejabat Disdikbud Lampung Utara Terancam Dipecat

Diduga Cabuli Bocah 5 Tahun, Pejabat Disdikbud Lampung Utara Terancam Dipecat

637
BERBAGI
Jo, oknum pejabat di Dinas Pendidikan dan ‎Lampung Utara.

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Pemkab Lampung Utara siap menjatuhkan sanksi penurunan pangkat hingga pemecatan kepada Jo (54), oknum pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) yang tersangkut kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur.

‎”Kalau memang dihukum, misalnya nanti keputusannya (Pengadilan,red) harus diberhentikan, kami berhentikan,” tegas Sekretaris Kabupaten, Samsir, Selasa (21/11/2017).

Apa yang dilakukan oleh Jo, menurut Samsir, merupakan tindakan tercela dan sangat mencoreng institusi jika memang tuduhan itu terbukti benar di kemudian hari. Sebagai Aparatur Sipil Negara, Jo sedianya memberikan teladan yang baik dan tak semestinya melakukan hal tersebut.

“Kalau memang terbukti (benar), tindakan itu sangat tidak terpuji. Para ASN harus menjauhi tindakan seperti itu,” jelasnya‎.

Samsir menuturkan, sembari menunggu hasil putusan Pengadilan, pihaknya juga telah menginstrusikan kepada Inspektorat untuk menggali kebenaran seputar kasus yang melilit Jo. Sebab, sebagai ASN, Jo terikat dengan aturan dan etika yang harus dijunjung tinggi.

“Inspektorat sudah diinstrusikan turun untuk meneliti kebenaran dugaan tersebut dan menentukan tindakan displin apa yang akan diterapkan kepada yang bersangkutan (Jo,red)” tandas mantan pejabat Pemkab Pringsewu ini.‎

Sebelumnya, ‎setelah melalui pemeriksaan secara marathon selama hampir 20 jam, Jo (54), oknum pejabat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Utara akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencabulan yang dilaporkan keluarga Melati (5), nama samaran, Jumat sore (17/11/2017). Tersangka langsung dijebloskan ke dalam penjara tak lama setelah menandatangani berkas.‎

“Hasil gelar perkara yang kami lakukan, Jo kami tetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan,” papar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal, AKP Syahrial, di Mapolres Lampung Utara, Selasa, 21 November 2017.

Syahrial menuturkan, penyematan status tersangka kepada Jo ini didasari oleh berbagai faktor, di antaranya pengakuan korban dan ahli psikologi. Pihak psikolog yang mendampingi korban berkeyakinan bahwa apa yang disampaikan Melati merupakan sebuah kebenaran dan tak mengada – ada.

“Pengakuan korban, aksi cabul tersangka (diduga) sudah sering dilakukan meski korban tak ingat secara pasti kapan waktunya. Yang jelas, dimulai sejak Jumat – Sabtu, pekan lalu,” kata dia.

Syahrial menjelaskan, pemeriksaan atas Jo terpaksa dilakukan secara marathon karena yang bersangkutan menyangkal tuduhan tersebut dengan alibinya. Alibi tersangka akhirnya terpatahkan oleh keterangan keluarganya sendiri.

‎”Ternyata alibi tersangka dan keluarga sangat bertentangan sekali dengan apa yang telah dia lakukan,” urainya.

Pihak kepolisian akan menjerat tersangka dengan pasal 81 Undang – Undang Nomor 17 tahun 2016 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti UU No 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU jo pasal 76 D UU RI No 35 tahun 2014 tentang Perubahan UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” tegas dia.

Alih – alih mengakui perbuatannya, tersangka Jo ketika dikonfirmasi malah menuduh pihak yang melaporkannya telah memfitnah dirinya. Ia tetap bersikeras bahwa tak pernah melakukan perbuatan tercela itu.

‎”ini tidak benar. Saya difitnah,” dalihnya sembari menuju ruang tahanan dengan pengawalan ketat petugas.

Mencuatnya kasus dugaan pencabulan Jo berawal dari laporan keluarga Melati kepada pihak berwajib dengan tuduhan telah melakukan perbuatan cabul, Rabu (15/11/2017). Laporan korban tertuang dalam laporan dengan nomor : LP / 935 / XI / 2017 / POLDA LAMPUNG / RES.LU tertanggal 15 November 2017. Jo dicokok petugas dari kediamannya yang berada di sebuah kelurahan, Kotabumi Selatan pada Kamis malam pekan lalu.

Loading...