Beranda News Budaya Cak Nun: Indonesia Membutuhkan Rongga-Rongga Kosong

Cak Nun: Indonesia Membutuhkan Rongga-Rongga Kosong

365
BERBAGI
Raditya/Teraslampung.com

Menggala–Indonesia membutuhkan rongga-rongga kosong agar napasnya menjadi panjang. Demikian diungkapkan Cak Nun pada acara Sekala Selampung di GSG Menggala, Minggu (23/3) malam. Acara Sekala Selampung tadi malam juga menghadirkan pengamat pendidikan Prof Dr Sudjarwo, pemgamat politik Dt. Ari Darmastuti,  pelaku pers H. Ardiansyah (direktur Radar Lampung), dan sastrawan Isbedy Stiawan ZS.

Menurut Cak Nun, rongga kosong itu adalah diskusi demi mencerdaskan pikiran, dan kebudayaan (sastra, Red) mesti menjadi bagian dalam membangun Indonesia baru.

Indonesia akan bernapas panjang jika rongga-rongga kosong ini di isi dengan budaya: budaya kritik, diskusi, dan kesusastraan. “Sehingga Indonesia baru akan warna-warni dan harmonis.”

Sementara Wakil Bupati Tulangbawang Heri Wardayo mengatakan, melalui Sekala Selampung dapat menghimpun narasi-narasi inspiratif. “Menghadapi dunia politik seperti sekarang, sangat perlu sumbangsih pemikiran yang cerdas, kritis, dan menyentuh,” katanya.

Narasi inspiratif, ujar Emha Ainun Nadjib lagi, akan muncul dari orang-orang yang tidak memiliki kepentingan apa pun, baik kepada penguasa ataupun rakyat. “Kepentingannya hanyakah berpihak kepada yang benar. Kalau pemerintah memang benar, kita harus katakan benar. Dan rakyat mesti menerima untuk disalahkan.”

Sebelum tampil di Menggala, Cak Nun berkesempatan berdialog dengan warga yang tengah konflik dengan Central Pertiwi Bahari—sebuah perusahaan tambak udang—di Teladas, Kabupaten Tulangbawang.

Berita Terkait: Indonesia Perlu Balajar dari Hayamwuruk dan Gajahmada
Baca Juga: KPU Ibarat Kapal Kena Gelombang

Loading...