Beranda News Pemilu 2019 Caleg DPRD Lampung Dapil Lampung 3 yang Berpeluang Meraih Kursi di Pemilu...

Caleg DPRD Lampung Dapil Lampung 3 yang Berpeluang Meraih Kursi di Pemilu 2019

1570
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM —  Rakata Institute bersama UIN Raden Intan, ALSHCI, dan lembaga survei Quadran merilis hasil hitung cepat perolehan suara Pemilu 2019 di Lampung, Rabu-Kamis dini hari (17-18/4/2019). Perhitungan cepat itu dengan data C1 di 746 TPS.

Berdasarkan data quick count Rakata Institute, di dapil Lampung 3 (Metro, Pesawaran, Pringsewu) perolehan suara PDIP tertinggi dibanding partai lain (17,23 persen). PKS menyusul dengan peroelehan suara 13.00 persen, kemudian Golkar (12,75 persen), PKB (10,98 persen), Demokrat (9,69 persen), Gerindra (9,27 persen), PAN (8,24 persen), Nasdem (6,17 persen), PPP (5,25 persen), Perindo (3,99 persen), Berkarya (1,75 persen), PSI (0,80 persen), PBB (0,79 persen), Garuda (0,58 persen), Hanura (0,26 persen), dan PKPI (0,14 persen).

Perolehan suara itu menggambarkan bahwa tidak ada parpol yang dominan memperoileh suara. Meskipun suara PDIP paling besar, tetapi tidak begitu jauh dari perolehan PKS.

Di sini lagi-lagi ada fakta menarik: perolehan suara Golkar kalah oleh perolehan suara PKS. Jika penghitungan kursi dilakukan dengan metode Sainte Lague, maka PDIP dan PKS masing-masing-masing mendapatkan 2 kursi di dapil ini. Partai lainnya, yaitu Golkar, PKB, Demokrat, Gerindra, PAN, Nasdem, dan PPP masing-masing 1 kursi.

Berdasarkan perolehan suara caleg, yang paling banyak suaranya adalah Ririn Kuswantari (Golkar) dengan 4,99 persen, disusul Nurhasanah dari PDIP (3,86 persen), dan Johan Sulaiman (PKS) dengan 3,71 persen.

Caleg yang berpeluang mendapatkan kursi di dapil ini adalah Nurhasanah (PDIP), Johan Sulaiman (PKS), Ririn Kuswantari (Golkar), Hanifah (PKB), Sony Zainhard Utama (Demokrat), Elly Wahyuni (Gerindra), Stiyono (PAN), Sahana (Nasdem), Watoni Noerdin (PDIP), Supriyanto (PPP), dan Zunianto (PKS).

Data real perolehan suara parpol dan caleg masih harus menunggu penghitungan yang dilakukan KPU.

Loading...