Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Camat Abung Tengah Ancam akan Bawa Kasus Proyek Jalan Desa Pekurun ke...

Camat Abung Tengah Ancam akan Bawa Kasus Proyek Jalan Desa Pekurun ke Proses Hukum

706
BERBAGI

Feaby/Teraslampung.com

Proyek jalan penghubung di Desa Pekurun, Abung Tengah, Kabupaten Lampung Utara belum beres sampai sekarang meski jadwal pelaksanaan proyek sudah selesai.

Kotabumi–‎Camat Abung Tengah, Lampung Utara yang baru, ‎Panca Nanda mengancam akan membawa persoalan lambannya pengerjaan jalan  penghubung di Desa Pekurun Utara  ke proses hukum karena ditengarai tak sesuai standar dan telah melampaui batas waktu. Kendati demikian, dirinya harus memastikan terlebih dahulu kebenaran informasi tersebut secara langsung meski pun proyek itu telah menghiasi berbagai media massa dalam sepekan terakhir.

“‎Saya belum serah terima jabatan dari Camat yang lama. Setelah serah terima, pasti nanti saya cek dan berikan teguran petama, kedua dan ketiga. Kalau masih tidak diperbaiki, saya akan serahkan dengan aparat penegak hukum,” ancam dia saat ditemui di pelataran parkir kantor Pemerintah Kabupaten, Selasa (5/5).

Panca juga menegaskan seyogianya proyek jalan yang bersumber dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Pola Khusus Masterplan Percepatan dan Pe‎rluasan, Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI)‎ tersebut telah berakhir pada tanggal 31 Maret 2015. Oleh karenanya, keterlambatan penyelesaian proyek jalan di Desa Pekurun Utara ini akan menimbulkan efek domino bagi Kabupaten Lampura khususnya Kecamatan Abung Tengah. Sebab, jika tak segera diperbaiki maka Kecamatan yang dipimpinnya berpotensi tak akan mendapatkan program yang sama pada tahun mendatang.

“Kalau sampai tak dapat bantuan lagi kan karena proyek itu maka seluruh masyarakat Abung Tengah akan sangat dirugikan,” tandasnya.

Sebelumnya, Mantan Camat Abung Tengah, Lampung Utara (Lampura), Lukmansyah mengklaim telah menegur pihak pemasok material yang menjadi ‘biang keladi’ terbengkalainya pembangunan jalan itu. Sayangnya, tegurannya terbukti tak digubris pihak pemasok sehingga berujung pada tersendatnya pembangunan jalan tersebut.

“Saya sudah tegur suplayer (pemasok) tiga kali,” katanya.

Ia juga mengaku telah melaporkan lambannya pembangunan jalan penghubung di Desa Pekurun Utara kepada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD). Sebab, pembangunan jalan yang baru mencapai se‎kitar 470 meter dari 1,9 Kilometer yang diharuskan tersebut telah melewati batas waktu yang ditentukan yakni 31 Maret 2015 lalu.

“‎Saya sudah berkoordinasi dengan BPMPD karena harusnya pekerjaan itu selesai paling lambat tanggal 31 Maret lalu. (Untungnya) BPMPD mau menyelamatkannya (memberikan waktu tambahan),” kilah Camat Blambangan Pagar ini.‎

Di lain sisi, Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BP‎MPD) Lampura, Wahab menegaskan tak pernah menerima laporan dari mantan Camat Abung Tengah, Lukmansyah terkait pembangunan jalan penghubung Desa Pekurun Utara yang bermasalah.

‎”Sampai sekarang belum ada laporan resmi dari Kecamatan (Camat),” tandas dia, belum lama ini.

‎Wahab juga menyatakan tak pernah memberikan waktu tambahan terhadap proyek jalan Pekurun Utara yang semestinya selesai paling lambat tanggal 31 Maret 2015. Bahkan, dirinya sempat ‘mengancam’ akan memberhentikan aliran dana proyek yang bersumber dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat‎ (PNPM) Mandiri Pedesaan Pola Khusus Masterplan Percepatan dan Pe‎rluasan, Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI) jika tak dapat selesai pada batas waktu yang ditentukan.

Ancaman ini disampaikannya kepada Ketua BKAD (Badan Kerjasama AntaDesa) Abung Tengah yang melaporkan secara lisan mengenai tersendatnya pembangunan jalan Pekurun Utara.

“Ketua BKAD-nya menemui saya pada pertengahan Maret lalu tentang MP3KI Pekurun Utara. Saya bilang ke dia kalau tidak bisa selesai, kami akan cut (hentikan) aliran uang itu jika sampai Maret enggak selesai. Dia bilang jangan pak, mati saya kalau di-cut uangnya,” katanya.

‎Lucunya, dalam perjalanannya meski mengancam akan memberhentikan aliran dana MP3KI Abung Tengah, pihak BPMPD malah diketahui telah menyetujui seluruh pengajuan pencairan dana MP3KI se-Lampung Utara. Padahal syarat utama setiap tahap pencairan dana itu ialah laporan progress atau perkembangan yang telah dilakukan.

Khusus untuk pengajuan pencairan dana tahap terakhir/ketiga, pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan harus telah mencapai sekitar 90 persen. Sementara kenyataannya di lapangan, pekerjaan jalan Pekurun Utara baru selesai sekitar 25 persen.

“Semua dana MP3KI, 100 persen sudah dicairkan. Pengajuan pencairannya melalui BPMPD yang kemudian mengajukannya ke KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara‎). KPPN ini yang akan menyalurkan dananya langsung ke rekening Unit Pengelola Kegiatan (UPK),” paparnya.

Baca Juga: Proyek MP3KI Lampung Utara Diduga tidak Melalui Lelang