Camat Abung Tinggi Lampung Utara Mengundurkan Diri

  • Bagikan

Feaby/Teraslampung.com

Kotabumi–Mundur dari jabatan seolah mulai menjadi tren tersendiri di lingkungan Pemkab Lampung Utara. Setelah Prasetyo Heri H mundur dari jabatan Kepala Dinas Kesehatan, kini hal itu diikuti oleh Abu Tholib, Camat Abung Tinggi.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lampung Utara, Iwan Setiawan ketika dikonfirmasi, mengatakan, sejatinya, Abu Tholib bukan mundur dari jabatan Camat Abung Tinggi‎ melainkan hanya mengajukan pindah ke Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan. Yang bersangkutan mengajukan surat pengunduran diri pada tanggal 16 Februari lalu.

“Pak Abu Tholib bukan mengundurkan diri dari jabatan. Tapi, dia mengajukan permohonan pindah tugas ke Kabupaten Empat Lawang,” kata Iwan melalui sambungan telepon, Selasa (23/2).

‎Adapun alasan permohonan pindah yang tertera dalam surat permohonan, menurut Iwan, yang bersangkutan ingin lebih dekat dengan istrinya yang berada di Kabupaten yang menjadi tujuan pindah. Saat ini, istri yang bersangkutan diketahui sedang dalam keadaan sakit.

“Yang bersangkutan ingin lebih dekat dengan istrinya yang lagi sakit. Posisi yang bersangkutan sementara ini digantikan oleh Sekretaris Camat yang ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas,” terangnya lagi.

Sayangnya, hingga pukul 15:00 WIB, Abu Tholib ‎belum berhasil dikonfirmasi lantaran nomor ponsel yang bersangkutan dalam keadaan tak aktif.

‎Dengan mundurnya Abu Tholib, maka total pejabat eselon II/III di lingkungan Pemkab yang mundur dari jabatannya mencapai enam orang. Kelima pejabat yang telah mundur sebelumnya ialah Kepala Dinas Pendidikan, Ishar Karim (mundur sehari setelah namanya tercantum dalam pelantikan), Kepala Dinas Pendapatan Daerah, Suhendar Zubeir, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), A. Benny Oemasin, dan Kepala Kantor Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi (KPAD), Hana Kurniati.

Yang terbaru, Prasetyo Heri Hernawan yang mundur dari jabatan Kepala Dinas Kesehatan pada tanggal 16 Februari 2016.

‎Kelima pejabat tersebut mengundurkan diri dalam rentang waktu antara April 2015 – Februari 2016 atau sepuluh bulan. Banyaknya pejabat eselon II/III yang mundur dari kursi empuk itu menyisakan pertanyaan yang hingga kini belum terjawab. Kenapa dan apakah sebenarnya yang terjadi sehingga mereka rela meninggalkan jabatan yang diidamkan oleh sebagian besar PNS merupakan dua pertanyaan utama yang masih menjadi misteri.

  • Bagikan