Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Camat Kotabumi Utara Ditangkap karena Sabu, Ini Sikap Bupati Lampura

Camat Kotabumi Utara Ditangkap karena Sabu, Ini Sikap Bupati Lampura

1576
BERBAGI
Bupati‎ Agung Ilmu Mangkunegara
Bupati‎ Agung Ilmu Mangkunegara

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Pemkab Lampung Utara masih mengedepankan asas praduga tak bersalah kepada N, oknum camat yang ditangkap karena diduga telah mengonsumsi narkoba pada Selasa malam.

“(Kami memang telah mendengar kabar penangkapan N tapi) kami masih mengedepankan asas praduga tak bersalah,” terang Bupati Agung Ilmu Mangkunegara saat dimintai tanggapannya oleh wartawan terkait persoalan tersebut di kantor Pemkab, Rabu‎ (5/9/2018).

‎Bupati yang baru saja kembali terpilih dalam Pemilihan Bupati ‎pada Juni lalu itu juga menuturkan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya persoalan ini kepada yang berwenang hingga ada keputusan tetap.

“Kami serahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib sehingga nanti ada keputusan hukum tetap jika memang dia dinyatakan bersalah,” jelasnya.

‎Sebelumnya, N, oknum Camat di Lampung Utara diamankan oleh anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Utara karena diduga sebagai pengguna narkotika jenis sabu, Selasa malam (5/9/2018).

Bersama tersangka turut diamankan kedua tersangka lainnya, MD dan AR. AR sehari – harinya diketahui bekerja sebagai supir dari N‎. Ketiganya diamankan di kediaman AR di Jalan Haji Asni, Kotabumi.

‎”Ketiga tersangka pengguna narkoba yang diamankan dari Jalan Haji Asni berinisial N, M, dan AR. Belakangan diketahui ternyata N menjabat sebagai camat,” terang Kepala Satuan Reserse Narkoba, Iptu Andri Gustami di Mapolres, Rabu (5/9/2018).

‎Menurut Andri, penangkapan atas ketiganya dilakukan kediaman AR yang belakangan diketahui merupakan supir dari N. Saat akan ditangkap, oknum camat tersebut sempatberupaya melarikan diri ke arah belakang rumah.

Sayangnya, tembok belakang rumah AR terlalu ‎tinggi sehingga N tak dapat meraihnya bagian atas tembok. Alhasil, N akhirnya dapat ditangkap oleh petugas. Awalnya, N sempat menolak untuk digelandang oleh petugas.

“Karena di belakang rumah temboknya terlau tinggi akhirnya N tidak bisa kabur. Awalnya N sempat menolak untuk diamankan,” katanya.

Loading...