Cara Membuat Keranjang Takakura

  • Bagikan
Para ibu di Kecamatan Panjang,Bandarlampung, belajar membuat Kerangjang Takakura
Para ibu di Kecamatan Panjang,Bandarlampung, belajar membuat Kerangjang Takakura
Ibu-ibu di Kecamatan Panjang, Bandarlampung belajar membuat Keranjang Takakura
Proses pengomposan ala keranjang takakura merupakan proses
pengomposan aeraob di mana udara dibutuhkan sebagai asupan penting dalam proses
pertumbuhan mikroorganisme yang menguraikan sampah menjadi kompos. Media yang dibutuhkan
dalam proses pengomposan yaitu dengan menggunakan keranjang berlubang, diisi
dengan bahan-bahan yang dapat memberikan kenyamanan bagi mikroorganisme. Proses
pengomposan metode ini dilakukan dengan cara memasukkan sampah organik –
idealnya sampah organik tercacah – ke dalam keranjang setiap harinya dan
kemudian dilakukan kontrol suhu dengan cara pengadukan dan penyiraman air.
Alat/bahan:
No Bahan/ Alat Jumlah Satuan
1 Sekam Secukupnya
2 Pupuk ampas tebu Secukupnya
3 Mikroorganisme cair Secukupnya
4 Kompos 8 Kg
5 Sampah organik 2 KK
6 Keranjang plastik 2 unit
7 Jarum jahit 2 Buah
8 Benang nilon 1 Roll
9 Jaring 1 Meter
10 Gunting 1 Buah
11 Kertas kardus Secukupnya
12 Termometer 2 buah
13 Kain stocking 0,5 meter
14 Sprayer 1 unit
15 Bak plastik 2 buah
16 Air PDAM Sesuai kebutuhan
17 Garu kecil 1 buah
1. Siapkan bak dan isi dengan sekam secukupnya, lalu ambil
mikroorganisme cair, tuangkan ke dalam sprayer.
2. Semprotkan mikroorganisme cair dengan menggunakan sprayer
secara merata dengan sesekali mengaduk sekam dengan tangan.
3. Gunting jaring untuk membuat dua kantong sesuai ukuran
alas dan bagian atas keranjang dengan cara menjahit bagian tepi jaring.
4. Setelah jaring berbentuk kantong, isi masing-masing
kantong jaring dengan sekam secukupnya lalu jahit hingga menyerupai bantal;
5. Ambil kardus dan potong dengan menggunakan gunting sesuai
ukuran sekeliling keranjang lalu tempelkam potongan kardus tadi di sekeliling
bagian dalam keranjang.
6. Setelah bagian dalam keranjang terlapisi kardus, letakkan
bantal sekam pada alas keranjang.
7. Semprot Microorganisme cair pada permuakaan luar dalam
kardus dan bantal sekam dengan menggunakan sprayer hingga basah merata.
8. Siapkan bak lalu isi dengan kompos dan pupuk ampas tebu
lalu aduk hingga merata.
9. Masukkan campuran kompos dan pupuk ampas tebu ke dalam
keranjang yang sudah terlapisi kardus
10. Masukkan sampah organik segar yang sebelumnya telah
dicacah terlebih dahulu, sesekali menekan sampah dengan cetok hingga sanpah
berada di tengah-tengah campuran pupuk kompos dan pupuk ampas tebu;
11. Masukkan termometer sebagai alat pengukur suhu pada saat
proses pengomposan.
12. Lapisi permukaan atas dengan menggunakan bantal sekam
yang sudah disemprot dengan Mikroorganisme cair.
13. Setelah terlapisi dengan bental sekam, tutup bagian
mulut keranjang dengan menggunakan kain stocking agar serangga kecil tidak
masuk.
14. Setelah keranjang tertutup kain stocking, ambil penutup
dari keranjang tersebut lalu tutup dan tekan hingga rapat dan kuat.
Catatan :
a) Pilih kain stocking yang berpori dan bahan yang awet
sehingga tidak mengganggu respirasi.
b) Usahakan sampah organik masih segar dan dalam kondisi
tercacah.
c) Sebaiknya sampah organik segar yang diisi setiap hari,
usahakan sampah ditekan dengan cetok sampai sampah timbunan baru tidak
terlihat.
d) Ganti kardus yang menjadi lapisan dalam keranjang setelah
3-6 bulan atau ketika hancur.
e) Cuci kain penutup jika dirasa kotor.
f) Bila Keranjang penuh maka 1/3 dari kompos itu dapat kita
ambil dan dimatangkan di taman/kebun kita yang terlindungi dari sinar matahari
selama kurang lebih 2 minggu untuk kemudian dapat digunakan sebagai pupuk
kompos.

Sumber: keranjangtakura.blogspot.com

Loading...
  • Bagikan