Beranda Ruwa Jurai Lampung Barat Cara Pemkab Lampung Barat Memerdekakan Warga Suoh dari Gelap dan Isolasi

Cara Pemkab Lampung Barat Memerdekakan Warga Suoh dari Gelap dan Isolasi

1023
BERBAGI
Bupati Parosil Mabsus menjelaskan program listrik masuk desa di 17 pekon di Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh, Rabu malam (21/3/2018).

Oyos Saroso H.N.| Teraslampung.com

Rabu, 21 Maret 2018. Sejak lepas Isya warga dari beberapa desa di Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh (BNS) berbondong-bondong ke Lapangan Kecamatan Bandar Negeri Suoh,  Lampung Barat. Di sisi kanan kiri jalan di samping lapangan sudah berjajar belasan pedagang mainan anak-anak dan aneka jajanan. Ada pula beberapa warung dadakan yang menyediakan nasi rames, kopi, dan teh.

Malam itu memang akan ada sejumlah penyanyi lokal akan tampil unjuk kebolehan. Namun, bukan karena itu ribuan warga antusias datang ke Lapangan Kecamatan NBS. Mereka tertarik datang karena ingin menyaksikan sejarah baru bagi wilayahnya: peresmian listrik masuk desa di 17 pekon (desa) di Kecamatan Suoh dan NBS.

Pukul 20.30 WIB, dari halaman sebuah rumah berjarak 100-an meter dari Lapangan Kecamatan NBS terlihat Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus berdandan rapi. Terlihat pula mantan Bupati Lampung Barat Mukhlis Basri, GM PLN Lampung, Julita Indah, petinggi Balai Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNNBS), Camat Suoh dan Camat BNS, Forkopimda Pemkab Lampung Barat, dan sejumlah pejabat kecamatan dan kepala desa.

BACA: Jejak Eksotisme Kawah Keramikan dan Tiga Danau di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan

Parosil Mabsus, Mukhlis Basri, dan Julita Indah berdiri sejajar. Beberapa pejabat lain berdiri di belakang mereka. Sementara hanya berjarak tiga meter di depan mereka beberapa remaja berpakaian pemain kuda lumping siap beraksi untuk membuka jalan iring-iringan rombongan Bupati Parosil.

Di antara tim seni tradisional kuda lumping dan rombongan Bupati Parosil Mabsus, dua pria tampak memegang lampu strongking (petromaks) untuk menerangi jalan menuju Lapangan Kecamatan NBS.

Setelah berdoa bersama dan terdengar aba-aba dimulainya irama musk tradiisional Jawa yang biasa dipakai untuk mengiringi pentas kuda lumping, rombongan Bupati Parosil Mabsus, Mukhlis Basri, dan Julita Indah pun mulai melangkah menuju Lapangan Kecamatan NBS.

Diarak menuju Lapangan Bandar Negeri Suoh untuk meresmikan program listrik masuk desa.

Parosil,Mukhlis,dan Julita terus mengumbar senyum sepanjang perjalanan menuju lapangan. Sesekali terdengar sapaan dan teriakan menyebut nama mantan Bupati Lambar, Mukhlis Basri.

Ratusan warga yang berada di sisi kanan jalan ikut heboh.Mereka pun mengiringi perjalanan rombongan Bupati Parosil Mabsus ke Lapangan NBS.

Tiba di Lapangan Kecamatan NBS, mereka disambut ribuan warga. Sebuah panggung berdiri. Namun, rombongan Bupati Parosil tidak menuju panggung. Mereka duduk sebentar, kemudian maju ke tengah untuk melayani wawancara para wartawan.

Parosil antusias menjelaskan ihwal aliran listrik dari PLN akan menerangi 1.100 rumah di 17 pekon di Kecamatan Suoh dan Kecamatan Bandar Negeri Suoh, yang malam itu akan diresmikan.

Menurut Parosil, dengan mengalirnya arus listrik ke 17 pekon di dua kecamatan di Lambar itu berarti mengakhiri era gelap pada malam hari selama 73 tahun.

Parosil mengataka selama ini warga Suoh dan Bandar Negeri Suoh memang sudah berlistrik. Namun, itu listrik yang mereka usahakan sendiri dengan genset,mikrohidro,dan tenaga surga dalam kapasitas sangat terbatas.

“Dengan aliran listrik dari PLN ini, 17 pekon akan lebih terang. Dengan masuknya listrik di 17 pekon itu diharapkan akan meningkatkan kualitas SDM, karena anak-anak bisa belajar dengan penerangan yang lebih baik. Listrik masuk desa juga diharapkan akan meningkatkan perekonomian masyarakat dan menekan angka kriminalitas” kata Parosil.

Warga mengiringi rombongan Bupati Parosil Mabsus menuju Lapangan Bandar Negeri Suoh untuk meresmikan program listrik masuk desa.

Pada tahap awal ini, ada 1.100 KK yang mendapatkan subsidi dari Pemkab Lampung Barat untuk memasang listrik  berdaya 450 Watt dan 900 Watt.

“Setiap kepala keluaga mendapatkan subsidi sebesar Rp810 ribu dari total biaya Rp 3,5 juta pemasangan sambungan baru yang ditetapkan PLN,” kata Parosil.

Mantan Bupati Lampung Barat,Mukhlis Basri, menegaskan listrik PLN masuk desa di 17 pekon di dua kecamatan itu merupakan bukti komitmen nyata Pemkab Lampung Barat untuk membebaskan warga Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh dari ketertinggalan.

“(Program listrik masuk desa) Ini bukan main-main. Tidak ada unsur politis.Selama 73 tahun sejak Indonesia warga Suoh belum merdeka dari kegelapan,kinilah saatnya masyarakat Suoh dan NBS memulai daulat energi,” kata Mukhlis.

Menurut Mukhlis, terwujudnya program listrik masuk desa di 17 desa yang sudah dirintisnya sejak dirinya menjadi Bupati Lampung Barat bukan tanpa perjuangan.

“Saya berterima kasih kepada banyak pihak karena sudah diberi kado terindah pada akhir masa jabatan saya sebagai Bupati Lampung Barat.Selain listrik PLN masuk desa, akses jalan di Suoh yang menghubungkan Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh dengan Kota Liwa di daerah lain di Lampung Barat dan Kabupaten Tanggamus kini juga sudah relatif. Selain diaspal, jalan di Suoh yang dulu berlumpur dan sulit dilalaui kendaraan kini juga dirigid beton,” kata Mukhlis.

Loading...