Beranda Medsos Trending Cara Syahrini dan Luna Maya Hadapi Komentar Negatif Warganet

Cara Syahrini dan Luna Maya Hadapi Komentar Negatif Warganet

493
BERBAGI
Penyanyi Syahrini kabar pernikahannya dengan Reino Barack pada 27 Februari mendatang. Pelantun lagu Cintaku Kandas ini dikabarkan akan melangsungkan pernikannya dengan Reino Barack di masjid Tokyo Camii, Jepang. Instagram/@princessyahrini

TERASLAMPUNG.COM — Setelah menikah dengan Reino Barack (27/2/2019), Syahrini dituduh sebagian warganet sebagai pelaku “teman makan teman”. Berbagai sindiran dialamatkan kepadanya meskipun ia tidak merebut suami atau pacar orang, karena Luna Maya dan Reino Barack telah resmi putus hubungan secara baik-baik.

Apakah Syahrini terganggu dengan sindiran teman makan teman?, Atau, sebaliknya justru Luna Maya yang tersindir oleh tagar #SyahriniReinoSatuAtap?

Pengamat media sosial dari Komunikonten, Hariqo menjelaskan bahwa kedua figur sudah teruji menghadapi berbagai tekanan. Luna Maya pernah mengalami suatu fase dalam hidup dimana hampir seluruh orang menyayangkan perbuatannya, namun ia sukses melalui ujian berat itu. Demikian juga Syahrini, ia pernah dituduh mendapatkan sesuatu dari seorang koruptor, dihina fisiknya yang kurang tinggi, tetapi Syahrini juga berhasil melalui rintangan itu dengan baik. “

Hater is true lover adalah resep Syahrini menghadapi mereka yang memberikan komentar negatif bahkan membullinya lewat media sosial,” kata Hariqo, di Depok (05/03/2019).

Hariqo menambahkan sepanjang 1 Februari 2019 – 4 Maret 2019, popularitas Syahrini di google sangat tinggi, disusul Reino Barack dan Luna Maya.

Apa yang ditulis Luna Maya di instastory serta pernikahan Luna Maya dan Reino Barack,menurut Hariqo, juga berhasil menginterupsi dominannya pembicaraan tentang pilpres dan pileg 2019. Karenanya ketiganya ramai dibincangkan, maka pilihan politik keduanya juga dipastikan menarik perhatian publik, utamanya penggemar keduanya.

Hariqo menjelaskan bahwa hubungan antara penggemar dan idola mengalami perubahan besar dengan kehadiran internet. Jika dulu penggemar hanya dapat melihat idolanya di televisi, koran dan mendengar suaranya lewat radio, kaset, dan lain-lain, maka sekarang sosok idola itu telah hadir di telepon genggam penggemarnya, sehingga kapanpun bisa dinikmati.

“Ini melahirkan engagement dan ikatan bahkan rasa memiliki.Jika kita lihat apa yang diunggah Syahrini dan Luna Maya di medsos serta artis lainnya, sebenarnya lebih banyak pasif, misalnya foto sendiri, menggunakan model pakai terbaru,” katanya.

Menurut Hariqo, jarang mereka mengunggah konten yang mendorong partisipasi. Namun, dengan konten monolog begitu, tetap saja dibanjiri komentar penggemarnya.

“Ini menarik, meskipun terkadang para artis terganggu dengan satu komentar negatif, dibanding bersyukur terhadap ribuan komentar positif,” katanya.

Hariqo mengatakan, sejauh ini yang ramai adalah penggemar dan beberapa orang di lingkaran Syahrini dan Luna Maya. Sedangkan Luna Maya dan Syahrini hingga saat ini masih mampu mengendalikan diri.

“Tidak ada kata-kata kasar dari keduanya apalagi melabeli orang yang sedang tidak disukai dengan nama hewan seperti yang dilakukan beberapa politisi menjelang 17 April 2019.Untuk menjadi idola, seseorang dituntut untuk tidak mudah marah, baik marah kepada diri sendiri, apalagi kepada penggemar yang dengan sukarela terus mendukung. Sejauh ini Luna Maya dan Syahrini mampu melakukannya,” tandas Hariqo.

TL | Komunikonten