Beranda News Nasional Cegah Bencana Banjir, BPPT Terapkan Teknologi Modifikasi Cuaca

Cegah Bencana Banjir, BPPT Terapkan Teknologi Modifikasi Cuaca

194
BERBAGI
Petugas mengevakuasi warga saat terjadi banjir di kawasan Kemang, Jakarta, Kamis Pagi, 2 Januari 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis
Petugas mengevakuasi warga saat terjadi banjir di kawasan Kemang, Jakarta, Kamis Pagi, 2 Januari 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

TERASLAMPUNG.COM — Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) bekerja sama dengan BNPB dengan dukungan prediksi cuaca BMKG lakukan kick-off Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca untuk mengatasi kejadian bencana banjir di wilayah Jabodebek yang terjadi sejak tanggal 1 Januari 2020 lalu, di Jakarta (3/01/2020).

Hujan yang terus mengguyur wilayah Jabodetabek sejak malam pergantian tahun, membuat Jakarta dan kota penyangga di sekitarnya dilanda banjir. Bencana ini pun mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah, Presiden Joko Widodo pun meminta agar persoalan ini segera diatasi dan keselamatan warga menjadi prioritas utama. Sebagai solusi, BPPT siap melakukan reduksi curah hujan yang tinggi di wilayah Jabodetabek agar banjir yang merendam sejumlah wilayah di Jakarta dan sekitarnya bisa segera diatasi.

Reduksi curah hujan ini dilakukan oleh tim dari Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) BPPT untuk mengurangi volume air hujan di wilayah Jabodetabek beserta BNPB, BMKG serta TNI AU, operasi ini mulai dilaksanakan Jumat pagi (3/1/2020).

Menteri Riset dan Teknologi / Kepala BRIN Bambang PS Brojonegoro mengatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai resiko bencana tinggi, karenanya harus menyiapkan diri dalam menghadapi bencana – bencana tersebut.

TMC adalah salah satu kontribusi dalam memanfaatkan teknologi untuk membantu mengurangi dampak dari bencana yang mungkin terjadi. Melalui modifikasi ini pergerakan awan yang akan menuju daerah-daerah yang berpotensial turun hujan bisa di redam agar tidak menimbulkan hujan didaerahatau spot tersebut, ujar Bambang.

Diharapkannya dengan TMC ini bencana banjir dapat diantisiapsi dengan baik dan dapat membantu seluruh masyarakat Indonesia berhadapan dengan isu bencana baik dari mitigasinya, pencegahannya maupun sampai pada upaya untuk mengatasi bencana itu sendiri.

Sementara, Kepala BPPT Hammam Riza menyampaikan, curah hujan yang tinggi menjadi salah satu faktor utama pemicu bencana banjir di DKI Jakarta, sehingga faktor ini harus turut diperhatikan dalam penanganan masalah banjir.

Operasi TMC kata Hammam, merupakan solusi teknologi, sebagai upaya meminimalisir dampak bencana banjir di Jabodetabek, yakni dengan melakukan redistribusi curah hujan, sehingga intensitas hujan yang turun di wilayah Jabodetabek akan berkurang.

Upaya tersebut dilakukan dengan menjatuhkan hujan di daerah-daerah yang aman seperti di Selat Sunda dan Laut Jawa. Selain itu, TMC juga untuk penanggulangan bencana banjir Jabodetabek 2020 juga dengan memerhatikan pertumbuhan awan. Hal ini menjadi faktor penting yang harus terus dipantau secara kontinu, jelasnya.

TMC juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam kebutuhan, dukungan armada berupa pesawat sangat diperlukan terutama untuk dapat melakukan kegiatan TMC secara paralel di beberapa wilayah rawan karhutla serta untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan hasil produksi pertanian, ujarnya.

Loading...
BERBAGI
Artikel sebelumyaGubernur Arinal Siap Bersinergi Wujudkan Lampung sebagai Lokomotif Pertanian
Artikel berikutnyaPeduli Penghijauan, Polresta Bandarlampung Tanam Pohon
Portal Berita Lampung: Terkini, Independen, Terpercaya