Beranda Ruwa Jurai Lampung Selatan Cegah DBD, Puskesmas Sidomulyo Lakukan Pengasapan di Tiga Desa

Cegah DBD, Puskesmas Sidomulyo Lakukan Pengasapan di Tiga Desa

258
BERBAGI
Kepala Puskesmas Rawat Inap (PRI) Sidomulyo, Rocky Sihombing bersama tim saat melakukan pengasapan (fogging) di rumah warga di Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan disinyalir daerah endemik demam berdarah dengue (DBD), Jumat (17/1/2020).
Kepala Puskesmas Rawat Inap (PRI) Sidomulyo, Rocky Sihombing bersama tim saat melakukan pengasapan (fogging) di rumah warga di Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan disinyalir daerah endemik demam berdarah dengue (DBD), Jumat (17/1/2020).

Zainal Asikin |Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN–Puskesmas Rawat Inap (PRI) Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan bergerak cepat melakukan pengasapan atau fogging di tiga desa yang disinyalir sebagai daerah endemik demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

Kepala Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo, Rocky Sihombing, mengatakan setelah adanya laporan dari warga, pihaknya langsung melakukan pengasapan dan sejak dua hari dilakukan pengasapan di lokasi yang disinyalir endemik demam berdarah dengue (DBD).

“Begitu ada laporan masuk, kami langsung gerak cepat melakukan pengasapan,” ujarnya, Jumat (17/1/220).

Rocky mengutarakan, upaya tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit DBD meluas ke wilayah lainnya. Meskipun menurutnya, pengasapan tidak bisa memutus mata rantai nyamuk Aedes Aegypti penyebar DBD, karena hanya membunuh nyamuk dewasa.

“Pelaksanaan fogging ini, sudah dilakukan di rumah warga di tiga desa yakni Desa Sidodadi, Budidaya dan Sidorejo. Selain itu juga, di ruang kelas SMPN 1 Sidomulyo. Kita berharap, ini bisa meminimalkan penyebaran DBD,”ungkapnya.

Rocky mengutarakan,pengasapan dilakukan di beberapa rumah warga yang terserang DBD sampai dengan radius 100 meter, karena merupakan wilayah yang disinyalir endemik penyebaran.

“Jadi tidak hanya rumah warga yang dilaporkan terserang DBD, tetapi pengasapan juga dilakukan di sejumlah wilayah endemik lainnya,”bebernya.

Di wilayah Kecamatan Sidomulyo, kata Rocky, terdapat empat kasus yang positif terserang DBD. Keempatnya itu adalah, satu orang warga Desa Budidaya, satu warga Desa Sidodadi dan dua orang warga Desa Sidorejo.

“Di Desa Sidorejo sendiri, ada beberapa warga yang sakit dan di rawat yang diduga terserang DBD. Setelah dilakukan uji lab dan hasil tes labnya keluar, ternyata mereka mengidap penyakit tipes (demam tipoid),”terangnya.

Dikatakannya, nyamuk Aedes Aegypti, merupakan nyamuk pembawa virus dengue penyebab penyakit DBD yang muncul musiman, khususnya saat memasuki musim penghujan.

“Curah hujan yang tinggi, menyebabkan genangan di beberapa titik dan mengakibatkan penyakit. Genangan-genangan tersebut mengundang nyamuk demam berdarah untuk tinggal. Oleh karena itu, kerap penyakit demam berdarah menghantui masyarakat terutama ketika di musim penghujan,”kata dia.

Rocky menambahkan, agar terhindar dari berbagai macam penyakit, ia meminta masyarakat juga menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Hal itu dimulai dari tempat tinggalnya sendiri dan lingkungan sekitar tempat tinggalnya dengan menerapkan 3M (Menguras, Menutup dan Menyingkirkan) objek-objek yang mendukung siklus hidup nyamuk.

“Agar terhindar dari penyakit seperti DBD dan lainnya, maka lingkungan harus bersih dan sehat. Masyarakat, harus rutin menguras dan menyikat bersihkan kamar mandi minimal seminggu sekali terutama ketika musim penghujan datang. Kemudian menutup penampungan air dan memanfaatkan/mendaur ulang barang bekas,” katanya.

Loading...