Beranda Teras Berita Cegah Konflik Susulan, Polda Turunkan Dua Kompi Brimob dan Dalmas di Dua...

Cegah Konflik Susulan, Polda Turunkan Dua Kompi Brimob dan Dalmas di Dua Desa Lamtim dan Lamsel

566
BERBAGI

Zainal Asikin/teraslampung.com 

Pasukan  Brimob Polda Lampung (Ilustrasi)

BANDARLAMPUNG- Untuk melakukan pengamanan, Polda Lampung menerjunkan dua kompi Brimob dan Dalmas serta dibantu dari TNI untuk menjaga situasi dilokasi agar tidak terjadinya konflik warga. Pengamanan tersebut dilakukan di dua Desa, yakni di Desa Batu Badak, Kecamatan Marga Sekampung, Lampung Timur dan Desa Malangsari, Tanjung Bintang, Lampung selatan.

Kapolda Lampung, Brigjen Pol Edward Syah Pernong mengatakan, dengan adanya kejadian tewasnya Adil Darmawan (40) Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Malangsari, Tanjung Bintang, yang meninggal akibat dihakimi massa pada Selasa (28/7) sekitar pukul 19.30 WIB di Desa Batu Badak, Marga Sekampung, Lampung Timur. Pihaknya menerjunkan dua kompi Brimob dan Dalmas agar tidak terjadinya bentrok warga di dua Desa tersebut.

“Agar tidak terjadinya bentok warga, pada malam kejadian tewasnya Sekdes itu dan hingga saat ini kami langsung melakukan pengamanan dengan menerjunkan dua kompi Brimob dan Dalmas.  Selain itu juga, pengamanan juga dibantu dari TNI,” kata Edwar kepada wartawan saat ditemui di rumah dinasnya, Rabu malam (29/7).

Edward Syah Pernong memaparkan, sebelum terjadinya main hakim sendiri yang mengakibatkan korban Sekdes Malangsari, Adil Darmawan meninggal. Polres Lampung selatan dan Polsek Tanjung Bintang, sebelumnya sudah ada perdamaian antara kedua belah pihak dan sedang dilakukan penyelidikan.

“Beberapa orang yang diduga melakukan penganiayaan dan main hakim sendiri terhadap korban Yusuf warga Batu Badak, Lampung Timur sudah dapat teridentifikasi yang diduga sebagai pelaku. Saat ini  masih dicari dan dikejar oleh petugas, artinya penghakiman secara massal itu tidak dibenarkan,”kata dia.

Menurut Edward, setelah kejadian tersebut kemudian dilakukan mediasi, bahkan Kapolres lampung Selatan ini ikut langsung dalam pemakaman korban Yusuf di Desa Batu Badak. Selanjutnya dilakukan langkah-langkah agar tidak terjadinya bentrok warga, sehingga sejak awal kejadian meninggalnya Yusuf hingga sebelum terjadinya penganiayaan hingga meninggalnya Sekdes Malang Sari ini sudah kondusif.

Kemudian Kapolsek Tanjung Bintang bersama rombongan termasuk Sekdes Malangsari, menginisiasi kedatangan pada saat hari tahlilan korban Yusuf. Yakni untuk tahlilan bersama, sekaligus menyampaikan rasa ungkapan turut berduka cita dari pihak yang pernah dirampas motornya oleh korban Yusuf.

“Begitu acara tahlilan selesai, tiba-tiba suasana diluar rumah duka memanas. Massa menginginkan agar Sekdes Malangsari ini, untuk tinggal ditempat dan ditahan oleh mereka. Menurut mereka, bahwa tewasnya korban Yusuf diduga begal karena adanya provokasi dari aparatur Desa Malangsari,”paparnya.

Agar tidak terjadi masalah apa-apa dan terjadinya korban, lanjut Edwar, pemilik rumah berusaha menutup pintu. Lalu pintu rumah depan dan belakang di dobrak dari luar oleh massa, anggota dari Polsek Tanjung Bintang mengontak anggota lain untuk segera datang untuk menyelamatkan semuanya.

Namun Sekdes Malangsari ini, begitu massa mendobrak pintu langsung melarikan diri sendiri untuk mencari jalan keluar sendiri dan tidak diketahui perginya hingga akhirnya ditangkap dan dihakimi oleh massa. Sementara Kapolsek Tanjung Bintang dan rombongan lainnya, dapat diselamatkan oleh anggota pakai kendaraan motor.

“Sesampainya di Polsek Tanjung Bintang, anggota kembali lagi untuk mencari salah satu rombongan yakni Sekdes itu. Setibanya dilokasi, Sekdes Malangsari kondisinya kritis hingga akhirnya meninggal dilokasi kejadian. Mendapat adanya laporan itu, saya langsung turun dan meluncur kelokasi TKP,”terangnya.

Setibanya dilokasi Desa Batu Badak, Lampung Timur, kata Jenderal bintang satu ini, kondisi rumah-rumah warga setempat gelap. Saat itu juga langsung dilakukan pengecekan ketempat-tempat, anggota langsung melakukan penggeledahan terhadap orang-orang yang bertanggungjawab atas kejadian tersebut, baik itu tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan Kepala Desa Setempat.

“Kasusnya masih didalami, sudah ada pengidentifikasian terhadap diduga pelaku yang terlibat dalam provokasi massa hingga mengakibatkan Sekdes Malangsari ini meninggal. Ada beberapa nama yang sudah kami dapatkan, petugas reserse masih melakukan pencarian dilapangan,”jelasnya.

Dikatakannya, untuk kondisi dilokasi kejadian, hingga saat ini sudah kondusif. Meski pada saat malam kejadian tewasnya Sekdes Malangsari ini, warga Desa batu badak, Lampung Timur banyak yang pergi meninggalkan rumahnya. Sementara untuk  langkah-langkah penegakkan hukum, tetap kita jalankan dan pelakunya pun akan kita proses.

“Saya sudah menyampaikan dan memberikan sosialisi kepada masyarakat, untuk meredam agar tidak terjadi adanya konflik. Masyarakat Desa Malangsari menerima, dan menyerahkan sepenuhnya masalah ini ke kami untuk diusut sampai tuntas,”kata dia.

Ditambahkannya, Pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar jangan selalu main hakim sendiri, percayakanlah kepada kepada kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini.
“Segala permasalahan itu akan di proses hukum. Kasian orang-orang yang tidak tahu permasalahan ikut terlibat. Jadi masyarakat jangan mudah terprovokasi, tokoh masyarakat, tokoh pemuda pun harus turun ikut membantu meredam agar jangan sampai ikut memprovokasi masyarakat,” imbaunya.

Loading...