Cegah Pemudik Lolos ke Lampung, Polisi Sekat dan Jaga 14 Jalur Tikus di Banten

  • Bagikan
Ratusan mobil tertahan di luar Pelabuhan Merak, Rabu (29/4/2020).

TERASLAMPUNG.COM — Jajajaran Polda Banten mengaku serius dalam mengantisipasi lolosnya para pemudik dengan tujuan Pulau Sumatera. Agara para pemudik tidak bisa menyeberang ke Lampung melalui jalur penyeberangan Merak-Bakauhenu, Ditlantas Polda Banten akan menjaga empat belas jalur arteri yang jadi muara lalu lintas jalur tikus saat mudik dan rawan penyelundupan pemudik. Jalur itu dipastikan bakal ditutup saat larangan mudik pada 6-17 Mei 2021.

“Keeempat belas jalur itu digunakan kendaraan roda dua untuk keluar dan menuju Banten. Penyekatan atau penutupan jalur itu disertai penempatan personel tidak kurang dari 75 orang dari total 1.600 personel seluruhnya yang dikerahkan,” kata Dirlantas Polda Banten, Kombes Rudy Purnomo, Kamis (15/4/2021).

Jalur tersebut antara lain Jalan Raya Citra Raya, Pasar Kemis, Kronjo, Tigaraksa, Jayanti atau Cisoka, Solear di Tangerang.

Di Serang ada di Simpang Asem, Simpang Pusri. Di Pandeglang ada di Gayam antara perbatasan Serang-Pandeglang.

Di Cilegon yaitu di Gerem, Gerbang Pelabuan Merak, Pelabuhan Barang Bojonegara. Terakhir di Lebak penyekatan di Jalan Jasinga dan Cilograng.

Selain jalur arteri di atas, gerbang tol Cikupa dan exit tol Merak juga jadi bagian yang disekat. Ini khususnya bagi pemudik yang akan menggunakan jalur penyeberangan Pelabuhan Merak menuju Bakauheni Lampung.

“Jadi bagi masyarakat tanggal 6-17 Mei bagi masyarakat tidak mudik, kita sudah melakukan koordinasi dengan stakeholder, ASDP Pelabuhan juga sudah tidak menyediakan tiket penumpang pada 6-17 Mei,” tandasnya.

“Semua titik jalur tikus sudah kami sekat dan didirikan posko. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak  nekat mudik. Kalau ‘mencuri-curi’ mudik, kanu siap memutarbalikkan. Kami minta putar balik,” katanya.

Menurut Kombes Rudy Purnomo, nantinya para personel gabungan tidak hanya meminta pemudik yang nekat untuk putar balik. Kendaraan truk barang yang nekat ‘menyelundupkan’ pemudik bisa saja kena sanksi tilang. Oknum polisi yang meloloskan pemudik pun juga akan dikenai sansksi tegas.

Kombes Rudy mengatakan, Dinas Perhubungan Provinsi Banten sudah memberikan edaran agar angkutan travel tidak beroperasi di tanggal larangan mudik.

“Apabila ada kendaraan truk ngangkut penumpang, terpaksa kita tilang kita putar balikkan,” tegasnya.

Dirlantas Polda Banten juga sudah meminta antisipasi bagi jajaran Polres jika ada lonjakan mudik sebelum tanggal 6 Mei. Dia menyebut sebelum hari itu akan ada patroli besar larangan mudik.

 

  • Bagikan