Beranda Ruwa Jurai Lampung Selatan Cegah Stunting, Puskesmas Candipuro Galakkan “Gertak Pelor”

Cegah Stunting, Puskesmas Candipuro Galakkan “Gertak Pelor”

404
BERBAGI

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN — Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Rawat Inap (PRI) Candipuro, Lampung Selatan, menginisiasi Gerakan serentak Penanaman kelor (Gertak Pelor) satu rumah satu pohon. Hal tersebut dilakaukan, sebagai salah satu upaya mensosialisasikan kandungan nutrisi daun kelor sebagai solusi dalam rangka intervensi gizi terhadap masyarakat untuk mencegah stunting atau gagal tumbuh pada anak.

Dikenalkannya program Gertak Pelor tersebut, agar masyarakat mengkonsumsi daun kelor dengan membuat berbagai olahan makanan, karena daun kelor kaya akan manfaat dan memiliki kandungan nutrisi dan gizi yang tinggi. Selain bermanfaat bagi ibu hamil dan menyusui, juga sangat bermanfaat untuk anak-anak usia bawah lima tahun (balita) dalam pencegahan stunting.

Program Gerakan serentak penanaman kelor (Gertak Pelor) di Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan berjalan maksimal. Salah satu desa di Kecamatan Candipuro yakni Desa Sidoasri, merupakan desa pertama salah satu projek tempat pencanangan pencegahan stunting melalui program Gertak Pelor yang diinisiasi oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Rawat Inap (PRI) Candipuro agar masyarakat mengkonsumsi daun kelor yang kaya akan nutrisi.

Di Desa Sidoasri tersebut, ratusan bibit pohon kelor sudah diberikan kepada masyarakat desa untuk ditanam dilingkungan tempat tinggalnya masing-masing satu rumah satu pohon. Saat ini program tersebut, menjadi perhatian khusus dari pemerintah pusat.

Bahkan Presiden Joko Widodo, dikabarkan berencana akan berkunjung ke wilayah Candipuro untuk melihat langsung Gertak Pelor di Desa Sidoasri sebagai bentuk pencegahan stunting. Hal tersebut, disampaikan oleh Kepala Puskesmas Rawat Inap (PRI) Candipuro, Sunardi.

“Ya benar, beberapa hari lalu pihak dari Kementrian kesehatan (Kemenkes), telah meninjau langsung proses penyemaian kelor disini (Candipuro). Kemudian, menanyakan bagaimana latar belakangnya hingga adanya inisiasi program Gertak Pelor tersebut,”kata Sunardi kepada teraslampung.com saat ditemui di ruang kerjanya, selasa (21/1/2020) siang.

Sunardi mengatakan, Gerakan serentak Penanaman pohon kelor (Gertak Kelor) sudah lebih dulu dilakukan di Desa Sidoasri, Kecamatan Candipuro. Pada saat itu, pihak dari Kementerian kesehatan (Kemenkes) langsung mengunjungi desa tersebut, dan dilihatnya masyarakat desa telah memberikan makanan tambahan untuk banyinnya dari olahan daun kelor.

“Program Gertak Pelor tersebut, sudah dilakukan oleh masyarakat Desa Sidoasri dan mereka juga sudah memberikan makanan tambahan untuk bayi dan balitanya sampai 1000 hpk,”kata dia.

Upaya pencegahan stunting, kata Sunardi, pihaknya telah mengkampanyekan menanam pohon kelor melalui program Gertak Pelor di 14 Desa di Kecamatan Candipuro dan dilakukan penanaman secara simbolis pohon kelor di tiap desa. Saat ini semua desa di Kecamatan Candipuro, sudah ikut dalam program Gertak Pelor tersebut dengan melakukan penyemaian hingga penanaman.

“Masyarakat desa di Kecamatan Candipuro, saat ini sudah ikut dalam penyemaian dan penanaman pohon kelor untuk mencegah stunting atau gagal tumbuh pada anak,”ungkapnya.

Sunardi mengutarakan, pihaknya juga sudah mempraktekkan kepada masyarakat, dengan membuat olahan makanan dari daun kelor tersebut. Masyarakat, kami ajak agar terus mengkonsumsi daun kelor dan menanamnya serta membudidayakan pohonnya di sekitar tempat tinggalnya yakni satu rumah satu pohon.

“Daun kelor ini, selain dimasak atau diolah menjadi sayur, juga bisa diolah berbagai jenis makanan seperti agar-agar, bakwan ataupun olahan makanan lainnya dan juga untuk minuman. Untuk menanam pohon kelor disini (Candipuro) tidaklah sulit,”ujarnya.

Dalam kesempatan itu, kata Sunardi, pihaknya meminta kepada masyarakat agar menghilangkan kesan mistis yang selama ini mereka percayai dari pohon kelor tersebut. Karena daun kelor ini kaya akan manfaat, selain memiliki kandungan gizi dan nutrisi yang tinggi juga dapat mencegah stunting atau gagal tumbuh pada anak.

“Tadinya masyarakat masih takut-takut untuk menanamnya, sekarang ini sudah banyak masyarakat yang tanam pohon kelor satu rumah satu pohon. Pohon kelor ini mudah ditanamnya, harganya pun murah dan juga kaya kandungan gizinya,”terangnya.

Dikatakannya, untuk menindaklanjuti kegiatan Gertak Pelor tersebut, pihaknya bekerjasama dengan UPT Pertanian setempat untuk penyediaan bibit pohon kelor.

Sementara Kepala Desa Sidoasri, Samsul megatakan, rencananya Pak Presiden Joko Widodo akan datang ke desa kami (Sidoasri) untuk melihat secara langsung penyemaian hingga penanaman pohon kelor sebagai bentuk dalam pencegahan stunting.

“Kami dapat informasi Pak Jokowi berencana datang, setelah diberitahu dari Kementerian kesehatan (Kemenkes) beberapa hari lalu. Tapi kami belum tahu pasti, kapan waktu tepatnya itu,”ujarnya.

Dikatakannya, sebagai persiapan menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo yang berencana datang di desanya, pihaknya telah memberikan pohon kelor kepada seluruh masyarakat desa agar ditanam di lingkungan tempat tinggalnya.

“Pohon kelor itu ditanam satu rumah satu pohon. Menanam pohon kelor tidaklah rumit, karena tidak butuh perawatan yang ekstra seperti tanaman lainnya,”kata dia.

Tidak hanya itu saja, kata Samsul, bahkan pihaknya juga sudah menggarkan melaui Dana Desa(DD), dengan bidang pemberdayaan masyarakat dan anggaran pencegahan stunting untuk tahun 2020 ini meningkat.

“Pencegahan stunting ini, sudah menjadi program nasional agar Indonesia maju dan sumber daya manusia harus unggul. Oleh karena itu kami melakukan upaya pencegahan stunting ini, dengan menanam pohon kelor karena kandungan dari daun kelor kaya gizi dan penuh manfaat,”pungkasnya.

Loading...