Cek Kebun Jagung, Warga Tegalyoso Tewas Diserang Gajah TNWK

  • Bagikan
Warga mengusir kawanan gajah yang memasuki Pekon (Desa) Sinar Bangun, Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Tanggamus, Selasa (26/10/2021).
Warga mengusir kawanan gajah yang memasuki Pekon (Desa) Sinar Bangun, Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Tanggamus, Selasa (26/10/2021).

TERASLAMPUNG.COM — Sutikno (50), warga Dusun 5, Desa Tegalyoso, Kecamatan Purbolinggo, Lampung Timur, tewas setelah diseruduk gajah liar  di kebun jagung, Minggu malam (31/10/2021), pukul 19.30 WIB.

Dua gajah liar yang sedang berada di kebun jagung dan diduga tertinggal dari kelompoknya diduga mengamuk karena pada saat bersamaan warga setempat sedang berusaha menghalau kawanan gajah dengan bunyi petasan.

Peristiwa nahas yang dialami Sutikno bermula saat ia hendak pergi ke tempat pengajian bersama istrinya. Karena mendengar ada bunyi petasan tidak jauh dari rumahnya, ia mencoba mendatangi lokasi dengan sepeda motor. Hal itu dilakukan karena di lokasi tersebut ia punya kebun jagung. Ia khawatir kebun jagungnya diserang gajah.

Sejumlah warga mengaku sudah mengingatkan Sutikno agar tidak mendekati lokasi. Namun, karena mengendarai sepeda motor, Sutikno tidak mendengar teriakan warga yang mengingatkannya.

Setiba di lokasi, Sutikno mematikan mesin sepeda motor kemudian masuk ke kebun. Saat itulah gajah liar yang berasal dari Taman Nasional Way Kambas (TNWK)  itu menyerang Sutikno hingga meninggal dunia. Selain kakinya patah, Sutikno juga mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya.

Aktivis Wildlife Conservation Society (WCS), Sugiyo, mengatakan musibah tersebut sebenarnya bisa dihindari jika tidak terjadi miskomunikasi antara Sutikno dengan warga lain yang malam itu menghalau gajah liar.

Menurut Sugiyo, warga di desa-desa penyangga kawasan TNWK sebenarnya sudah memahami kebiasaan kawasanan gajah keluar dari TNWK dan masuk ke wilayah perkampungan.

“Kawanan gajah akan selalu keluar dari habitatnya pada saat warga menanam jagung dan padi. Warga desa sebenarnya sudah tahu kebiasaan tersebut. Hanya saja waga tidak tahu kapan gajah akan keluar dari habitatnya dan masuk ke kebun dan areal persawahan,” katanya.

  • Bagikan