Cekcok dengan Tetangga, Tangan Kiri Warga Tanggamus Putus Ditebas Golok

Bagikan/Suka/Tweet:

Zainal Asikin | Teraslampung.com

TANGGAMUS–Terlibat cekcok diduga ada masalah pribadi, Suwardi (50) seorang warga Pekon (Desa) Teba Benuk, Kecamatan Kotaagungm Kabupaten Tanggamus, mengalami luka bacok di wajah dan tangan kirinya hingga putus terkena sabetan golok DE (30), Minggu sore (22/1/2023).

“Benar, korban bernama Suwardi (50) mengalami luka bacok di pergelangan tangan kiri hingga putus dan bagian wajah akibat sabetan golok pelaku,”kata Kasat Reskrim Polres Tanggamus, Iptu Hendra Safuan Hendra, Senin (23/1/2023).

Menurut Iptu Hendra, DE ditangkap tidak sampai 24 jam setelah polisi menerima laporan adanya peristiwa tersebut.

“Tadi malam sekitar pukul 23.30 WIB pelaku kami tangkap di Pekon Teba Benuk. Saat ini pelaku masih ditahan di MapolresTanggamus,”ujarnya.

Iptu Hendra mengutarakan, pembacokan berawal ketika pelaku DE keluar rumah mengajak jalan anaknya berkeliling desa menggunakan sepeda motor. Ketika melintas di sebuah gang di depan rumah pelaku, korban dan pelaku berpapasan.

Pada saat itulah, keduanya terlibat cekcok mulut diduga ada masalah pribadi antara keduanya. Pelaku DE yang naik pitam, masuk ke dalam rumahnya mengambil sebilah golok dan kembali lagi langsung menyerang korban.

“Pelaku membacok korban dan ditangkis korban. Akibatnya, pergelangan tangan kiri korban yang terbacok putus. Korban juga mengalami luka di wajah,”terangnya.

Akibat penganiayaan itu, lanjut Iptu Hendra, korban yang mengalami sejumlah luka langsung dilarikan oleh warga ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batin Mengunang Kota Agung. Sementara pelaku DE, langsung kabur melarikan diri.

“Keterangan dari keluarga korban, hari ini korban sudah dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Airan Raya Jati Agung, Lampung Selatan untuk dioperasi,”kata dia.

Iptu Hendra mengungkapkan, berdasarkan keterangan sementara yang dihimpun, diduga sebelumnya sudah ada masalah dendam lama antara pelaku dan korban yang mana keduanya masih ada hubungan keluarga.

“Keduanya (pelaku dan korban), masih ada hubungan kerabat. Dugaan sementara, penganiayaan itu adanya dendam lama antara keduanya,”ungkapnya.

Untuk mencegah agar kejadian serupa tidak terjadi, Iptu Hendra mengibau kepada masyarakat, jika terdapat permasalahan agar dapat berkomuniasi dengan petugas Bhabinkamtibmas, Babinsa maupun aparat Pekon (Desa) setempat sehingga dapat dicarikan solusi terbaik.

“Kami mengimbau masyarakat dapat mengendalikan emosi, sebab akan berdampak buruk kepada orang lain maupun terhadap diri sendiri,”pungkasnya.