Cerita di Balik Mural Fly-over Sultan Agung Kota Bandarlampung

  • Bagikan
Walikota Bandarlampung Eva Dwiana menandatangani prasasti peresmian Fly-over Sultan Agung, Rabu (7/4/2021). Foto: Teraslampung.com/Dandy Ibrahim
Walikota Bandarlampung Eva Dwiana menandatangani prasasti peresmian Fly-over Sultan Agung, Rabu (7/4/2021). Foto: Teraslampung.com/Dandy Ibrahim

TERASLAMPUNG.COM — Selama menjabat Walikota Bandarlampung, Herman HN membangun satu lusin jalan layang (fly-over) dan jalan bawah tanah (under pass). Pertama yang dibangun adalah jalan layang di Jalan Ir. Juanda – Jalan Gajahmada. Seperti namanya, jalan layang ini menghubungkan Jl. Ir. H. Juanda di kawasan di Kelurahan Pahoman dengan Jalan Gajahmada di kawasan Kelurahan Kotabaru.

Jalan layang tersebut dibangun untuk mengatasi kemacetan, terutama pada jam masuk kantor/masuk sekolah (pagi) dan jam pulang kantor/pulang sekolah (sore). Maklum, di ruas jalan itu terdapat rel kereta api yang biasa dilintasi kereta api batu bara rangkaian panjang (Babaranjang).

Terakhir yang dibangun Herman HN adalah jalan layang di Jalan Sultan Agung. Jalan Layang ini juga dibangun untuk mengatasi kemacetan lantaran jalan tersebut ‘dipotong’ oleh lintaran rel milik PT KAI.

Jalan layang Sultan Agung di Kota Bandarlampung diresmikan pada 7 April 2021. Bukan oleh Walikota Herman HN, tetapi oleh Walikota Eva Dwiana. Eva Dwiana adalah istri Herman HN.

Berbeda dengan jalan layang lainnya yang belum berhias saat diresmikan, Jalan Layang Sultan sudah terlihat cantik karena dindingnya dihiasi gambar mural bertema bunga. Proses penyelesaian gambar mural masih berlangsung hingga beberapa hari setelah jalan layang diresmikan.

Berbeda dengan pengerjaan mural di underpass depan kampus Unila yang sempat diwarnai teror oknum warga, pengerjaan mural di Jalan Layang Sultan Agung berlangsung lancar. Para seniman yang tergabung dalam Kuas Lampung mengaku senang bisa mengekspresikan hasil seninya di dinding jalan layang.

“(Pengerjaan mural) ini bukan proyek. Kami sudah disediakan cat dan kuas dan tinggal melukis,” katanya.

Damsi mengaku ada puluhan seniman yang terlibat dalam proses pembuatan mural.

  • Bagikan