Cerita Pemudik Terjebak Macet 4 Jam di Pelabuhan Merak

Rosada, pemudik asal Jakarta yang hendak pulang kampung ke Bandarjaya, Lampung Tengah.
Rosada, pemudik asal Jakarta yang hendak pulang kampung ke Bandarjaya, Lampung Tengah.
Bagikan/Suka/Tweet:

Zainal Asikin | Teraslampung. com

LAMPUNG SELATAN–Arus mudik lebaran menuju ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Banten mengalami peningkatan (lonjakan), Kamis (28/4). Imbasnya, antrean kendaraan menuju Pelabuhan Merak mengular hingga ke pintu keluar jalan tol (exit toll) Merak.

Pemudik pejalan kaki juga harus mengalami nasib yang sama. Mereka harus antre berjam-jam lantaran pelayanan pada bagian sistem tiket banyak yang tidak berfungsi (rusak). Bahkan, pada Kamis siang – sore ribuan pemudik tujuan Sumatera banyak yang terjebak macet di Pelabuhan Merak selama empat jam.

Rosada, pemudik dari Jakarta menuju Bandarjaya, Lampung Tengah, mengaku kecewa karena terjebak macet di Pelabuhan Merak hingga empat jam lantaran sistem tiket elektronik yang rusak.

Rosada mengaku berangkat bersama keluarganya menggunakan Bus Damri dari Jakarta pada Kamis pagi (28/4/2022) sekitar pukul 08.00 WIB dan sampai di Pelabuhan Merak, Banten sekitar pukul 11.00 WIB.

“Begitu sampai di Pelabuhan Merak, kami sekeluarga harus antre selama empat  jam. Setelah empat jam terjebak antrean, kami baru naik kapal jam 14.00 WIB,”kata wanita berhijab ini kepada teraslampung.com, Kamis (28/4) malam.

Ia juga mengaku kecewa terhadap pelayanan yang diberikan oleh pihak pengelola di Pelabuhan Merak, karena dianggap buruk memberikan pelayanan kepada penumpang penyeberangan.

“Saya kecewa, pelayanan yang diberikan jelek oleh pengelola di Merak. Mengapa saya kecewa dan saya katakan jelek, sebab semua sistem pelayanan tiket yang ada banyak tidak berfungsi alias rusak,”ucapnya.

Selanjutnya, Rosada  meminta pihak pengelola Pelabuhan Merak, supaya dapat memperbaiki sistem pelayanan di tiket agar pemudik tidak terhambat dan terkena antrean panjang hingga berjam-jam.

“Kalau untuk persyaratan mudik saya bilang bagus. Tetapi sistem pada bagian tiketnya yang tidak bagus karena rusak semua sistemnya,”bebernya.

Menurutnya, jika pemudik sudah vaksin dosis 3 (booster), cukup menunjukkan identitas diri (e-KTP). Sementara kalau sudah vaksin dosis kedua, harus diswab dan dikenakan biaya Rp.45 ribu

“Kalau untuk tarif tiket angkutan lebaran, ada kenaikan 10 persen dari tempat saya di Jakarta Barat menuju ke Pelabuhan Merak,”terangnya

Ibu dua orang anak ini menambahkan, dengan adanya kejadian ini, agar pihak Pelabuhan Bakauheni tidak sama seperti di Pelabuhan Merak. Ia berharap, pihak Pelabuhan Bakauheni dapat memberikan pelayanan maksimal.

Jika ada sistem pelayanan tiket rusak atau tidak berfungsi, lanjutnya, segera diperbaiki agar saat arus balik lebaran nanti, pemudik yang akan kembali ke Pulau Jawa tidak ada hambatan atau adanya antrean panjang berjam-jam.

“Saya harap, pihak Pelabuhan Bakauheni dapat memberikan pelayanan maksimal kepada pemudik,”tandasnya.

Hal senada dikatakan pemudik lainnya, Riko, seorang pemudik asal Tangerang yang hendak menuju ke Palembang ini kepada teraslampung.com.

Ia mengatakan, dirinya juga terkena antrean panjang selama empat jam saat berada di Pelabuhan Merak, Banten.

“Sama saya juga kena antrean sampai empat jam. Jadi lamanya, saat berada dia Pelabuhan Merak. Kalau tidak kena antrean, mungki.sore tadi sudah sampai disini (Bakauheni),”kata dia sembari berjalan menuju ke area parkirkan armada bus angkutan lebaran Pelabuhan Bakauheni.

You cannot copy content of this page