Beranda News Anakidah Cerita tentang Fahri Hamzah: Maksud Hati Hendak Melawak Soal Banjir, Apa Daya...

Cerita tentang Fahri Hamzah: Maksud Hati Hendak Melawak Soal Banjir, Apa Daya Netizen Marah

1001
BERBAGI
Fahri Hamzah (Foto: Tempo.co)

TERASLAMPUNG.COM — Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mendapat banyak kecaman dari netizen di media sosial. Hal ini bermula dari cuitannya di Twitter pada Jumat, 3 Januari 2020.

Dalam cuitannya terdapat foto yang bertuliskan “Breaking news, penyanyi tahun 80an Air Supply mau konser di Jakarta dilarang oleh Gubernur DKI, berita dari koran hari ini. Alasannya karena Jakarta sedang kebanyakan air jadi jangan disupply dulu.”

Kemudian ia memberikan foto tersebut kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan menganggap hal tersebut dapat menjadi hiburan di tengah bencana banjir yang melanda Jabodetabek sejak Rabu, 1 Januari 2020. “Buat pak @aniesbaswedan saya dapat kirim kayak gini mau konfirmasi aja apa bener? (sekalian menghibur),” tulis Fahri dalam cuitannya.

Akibat ulahnya itu, Fahri mendapatkan banyak kecaman dari netizen yang menganggap hal tersebut tidak pantas dilakukan. Mereka juga menyarankan sebaiknya Fahri ikut membantu para korban banjir daripada hanya bercanda di media sosial.

“Bencana jadi lelucon, turun lah ke sini pak. Lihat bayi-bayi kedinginan, anak-anak gak bisa sekolah, listrik padam,” tulis akun @MasYono2017.

“Orang sekelas bapak kok bisa ya bercandanya garing.. Saran saya pak @Fahrihamzah kalau ga bisa terjun langsung bantu korban banjir minimal bantu doalah pak. Ga usah ngelawak yg gak mutu,” tulis akun @Anie08383685.

“Mungkin rumahnya ga kena bencana jadi bisa bercanda… kurang bijak padahal situasi lagi begini,” tulis akun @ryan94127477. “Pak sebelum ngejoke masalah banjir ini, udah bapak pastiin didaerah dampak banjir jakarta dapet makan semua? Ada yg kena bencana kok malah dibecandain pak,” tulis akun @justmeinmyside.

Fahri sempat mengajak berbagai pihak untuk saling bahu membahu menyelesaikan permasalahan banjir.

“Ayolah politisi dan partai politik, tugas kita adalah mengisi ruang publik dengan pejabat dan kebijakan, selesaikanlah itu dengan baik. Kasihan gubernur @aniesbaswedan kerja sendiri, publik jadi korban atas berkurangnya pelayanan,” tulisnya pada Sabtu, 4 Januari 2020.

Menurut pendiri Partai Gelora ini, dalam keadaan darurat seperti ini rakyat memerlukan tindakan cepat dari berbagai pihak seperti LSM, Ormas, pemerintah, swasta, termasuk kader parpol.

“Semua amal baik akan sampai kepada yang beramal, tapi kosongnya pejabat harusnya jadi prioritas,” lanjutnya.

Tempo

Loading...